Habbatussauda, si Obat Segala Penyakit

Afifah Afra
Saya memiliki seorang kawan dekat yang selalu terlihat energik, bersemangat dan seakan tanpa pernah merasa lelah. Padahal aktivitasnya seabrek-abrek. Ternyata, salah satu rahasianya adalah, beliau mengonsumsi habbatussauda. Oops, sorry saya bukan agen atau menjual habbatussauda lho. Tetapi, garansi dari Rasulullah, tampaknya sangat bisa tuh kita terapkan dalam keseharian kita.
"Gunakanlah habbatussauda karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali maut” (HR. Bukhari Muslim).

Apaan Sih, Habbatussauda?
Dalam bahasa latin, dia dikenal dengan nama Nigella sativa. Juga dikenal dengan berbagai istilah, seperti black seed, black caraway, jintan hitam, black cumin, kaluduru dan sebagainya.

Nah, biji-bijinya inilah yang punya kasiat obat, Sobat! Biji-biji bisa diolah bentuk kapsul, disuling menjadi minyak atsiri, atau hanya dikeringkan begitu saja dan langsung dikonsumsi.
 Habbatussauda banyak tumbuh di daerah Mediterania dan daerah padang pasir, seperti Timur Tengah. Tinggi batangnya sekitar 20-50 cm, dengan batang berwarna hijau, bulat, berbulu dengan diameter sekitar 2-5 mm. Daunnya halus, bunganya lembut di ujung dahan, berwarna biru muda dan putih. Buahnya agak besar, yang mengandung sejumlah biji yang sangat kecil, dengan panjang 1-2 mm, hitam, berbentuk trigonal, mempunyai rasa yang kuat dan pedas seperti lada.

Obatnya Raja Mesir!
Konon, biji HS sudah digunakan sejak ribuan tahun sebelum masehi, lho. Raja-raja Mesir, seperti Ramses (Fir’aun) atau Ratu Cleopatra, menggunakan HS sebagai obat. Beberapa ahli pengobatan muslim, seperti Ibnu Sina (980 - 1037 M), dan Al-Biruni (973-1048 M), telah melakukan penelitian tentang manfaat HS untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan.
Saat ini, para ilmuwan juga banyak melakukan penelitian. Di antaranya Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich; juga Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal dari Arab Saudi. Mereka menemukan fakta bahwa HS ternyata bisa menghentikan pertumbuhan sel tumor! Laporan penelitian Immuno-Biology Laboratory, California, AS juga menyebutkan hal yang sama. Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor.
Hayo, siapa  yang mau jadi peneliti, saya tunggu hasil penelitian kalian. Siapa tahu HS bisa bikin sembuh kanker ... kantong kering, hehe!

Kandungan HS
Apa sih, yang bikin HS berkasiat obat? Para ahli farmasi telah menemukan, bahwa biji HS nih, ternyata mengandung crystalline nigellon dan arganine, yang berfungsi sebagai stabilisator dalam sistem imunitas tubuh dan juga pada masa pertumbuhan (hayo yang masih ngerasa tumbuh!).
Trus, HS juga mengandung asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), yang merupakan nutrisi bagi sel otak untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia. (Nih wajib buat yang berpenyakit PDI, Penurunan Daya Ingat, wkkk ...).
Unsur Sapion terdapat pada Habbaussauda mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Sapion juga mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan saraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, menghilangkan stress, dan melancarkan air susu ibu.
Sementara, untuk kandungan nutrisinya juga menakjubkan! HS memiliki komposisi 20.85% protein, 38.20% lemak, 4.64% air, 4.37% abu, 7.94% serat kasar dan 31.94% karbohidrat.

Fungsi Medis HS
Secara umum, HS tuh memiliki fungsi sebagai berikut:
1.      Antihistamin/antialergi, yaitu mampu mencegah pelepasan histamin. Histamin inilah yang menimbulkan alergi, atau tanggapan berlebihan tubuh terhadap alergen, (penyebab alergi).
2.      Antimicrobial dan Antidermatophyte activity. Jadi, mengonsumsi HS ini bisa menghambat, bahkan mematikan pertumbuhan mikrobia maupun dermatofita (sejenis jamur) yang berbahaya bagi tubuh seperti: Staphylococcus aureus, Escheria coli, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, Salmonella thyphimurium dan sebagainya.
3.      Antioxidant activity. Artinya, HS bisa menghambat proses-proses oksidasi yang menghasilkan racun pada tubuh.
4.      Hepatoprotective activity. Nah, lho … ternyata HS juga bisa memproktesi hati kita, lho!
5.      Analgesik dan antiinflamasi. Analgesik artinya penahan sakit. Pernah sakit kepala? Biasanya sama dokter kita diberi obat-obat dengan efek analgesik, misalnya antalgin. Nah, ternyata HS juga berfungsi sebagai analgesik, juga sebagai anti-inflamasi, alias anti radang. Keren, kan?
6.      Antitumour activity. Ini seperti yang telah dijelaskan di atas, HS bisa menghancurkan sel-sel tumor.
7.      Anticonvulsant effects. HS ini memiliki kemampuan menekan gejala semacam kejang atau sawan (kayak pada penyakit epilepsi itu lho).
8.      Immunomodulatory effect. Artinya, HS memiliki efek memperkuat kekebalan tubuh.
9.      Hematological effects. Jadi, HS juga memiliki efek menjaga keseimbangan darah kita.
10.  Effect on gastric secretion. Bagi yang punya masalah dengan saluran pencernaan seperti maag, HS bisa menjadi solusi pengobatan.

Nah, lengkap banget kan, khasiat dari habbatussauda. Benar banget sabda Nabi di atas, bahwa HS tuh ternyata bisa mengobati semua penyakit, kecuali mati. Akan tetapi, menurut konsultan kesehatan khusus alias suami saya, dr. Ahmad Supriyanto (hehe), khasiat HB ini sifatnya jangka panjang. Nggak kayak obat dari dokter yang jika diminum langsung bereaksi (dengan efek sampingnya, tentu), HB baru akan terlihat jika dikonsumsi secara teratur dalam jangka panjang. Gitu! 

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Habbatussauda, si Obat Segala Penyakit"

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!