Sinopsis Novel Katastrofa Cinta

Sebuah Pengembaraan Tiada Henti
Judul: Katastrofa Cinta
Penulis: Afifah Afra
Tebal: 264 hal
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
ISBN: 979-1367-54-7
Harga: Rp 39.500 (harga promosi Rp 30.000)

GAMBARAN ISI
Raden Rara Sekar Kusumastuti, atau Astuti, ketika lahir dalam sebuah keluarga ningrat yang kaya raya, telah dihadapkan pada konflik keluarga yang rumit. Neneknya, yang kecewa karena ibu Astuti memilih menikah dengan seorang santri yang hanya guru swasta bernama Mukhlis, dan bukan ningrat yang ambtenaar, memaksa mengasuh Astuti. Maka, Astuti yang jelita pun dibesarkan dalam kemewahan serta celupan barat yang cukup kental.
Sampai Jepang datang dan menjajah Indonesia. Keluarga Astuti digerebek Dai Nipon. Astuti kecil berhasil melarikan diri, namun berhasil ditangkap oleh seorang perwira Jepang yang ternyata pengidap paedofilia. Astuti kecil pun telah menjadi korban pelampiasan nafsu seksual sang perwira yang abnormal, menjadi jugun ianfu.

Lantas, kehidupan Astuti bergerak menuju kesuraman demi kesuraman. Ia menjadi sosok gadis liar yang nakal. Bergabung dengan PKI sebagai pentolan gerwani, dan bahkan ikut mendalangi peristiwa pembakaran dan pembunuhan pesantren kakeknya sendiri dari pihak ayah.
Dan kemalangan nasib ternyata memang menjadi sahabat kentalnya. Astuti yang jelita dan menawan begitu banyak lelaki, akhirnya hanya menjadi sosok renta yang tinggal bersama para gelandangan di salah satu sudut kota Solo.
Lalu pecahlah kerusuhan 1998. Cempaka, seorang gadis China kehilangan kewarasan karena kehancuran yang menimpa keluarganya. Harta bendanya dijarah, tokonya dibakar, ayahnya dirawat di rumah sakit jiwa dan ibunya memilih bunuh diri. Cempaka sendiri diperkosa beramai-ramai oleh orang yang tak dikenal. Cempaka, calon dokter yang cemerlang itu pun mengalami syok berat dan akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa. Dan jika ada salah satu orang yang saat itu sangat ia benci, sosok itu adalah Firdaus, lelaki yang sebenarnya ia cintai. Pasalnya, Firdaus adalah aktivis mahasiswa yang memimpin demo-demo di tahun 1998. Cempaka menuduh, gara-gara Firdaus dan teman-temannyalah keluarganya mengalami kehancuran.
Pertemuan Cempaka dengan Astuti terjadi saat Cempaka kabur dari RSJ dan hidup bersama anak-anak jalanan, meskipun dalam keadaan tak waras.

KOMENTAR PEMBACA 
Berikut ini adalah komentar dari beberapa pembaca tentang novel ini:
Taufan E. Prast (editor, penulis produktif)
"Sebuah novel yang cantik dan menggemaskan"

Rini Nurul B (Editor dan penulis produktif)
"Keunikan Afra adalah kedalaman risetnya dan kemampuan menyajikan sesuatu yang lain sehingga karyanya tidak menjadi homogen belaka. Novel ini berkualitas dari segi penceritaan."

Rahmadiyanti (CEO Lingkar Pena Publishing House, Sekjen FLP Pusat)

"Afifah selalu membuai pembacanya dengan plot dan tokoh-tokoh cerita yang memikat. Kita diajak menyusuri sejarah bangsa dari era 40-an hingga 98. Cinta dan idealisme berbaur dalam novel."

Ambar Sri Wulan
"Awalnya agak membingungkan, namun setelah lama membaca ternyata sangat menarik."

Majalah Gizone
"Novel ini begitu apik, karena lagi-lagi Afifah Afra mampu membuat para pembaca terpana dengan sekelumit kisah berlatar belakang sejarah."

TERTARIK BUKU INI?
  • Dapatkan hanya dengan Rp 30.000 (Bebas ongkos kirim untuk P. Jawa dengan pos biasa (jika ingin kilat khusus/ekspres tambah Rp 5.000), untuk luar jawa jika ingin melihat tarif pos silahkan klik di sini). 
  • Dana bisa ditransfer ke No. rek. 359 004 0559 BCA Bobotsari a.n. Yeni Mulati (khusus ATM, karena di BCA berlaku aturan setoran ke kas / kantor BCA minimal Rp 50.000) atau No. rek 0120075182 BSM Solo a.n. Yeni Mulati. 
  • Konfirmasi lebih lanjut ke SMS: 0852 2802 1952 / 0878 3538 8493 .



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Sinopsis Novel Katastrofa Cinta"

  1. salah satu novel terbaik afifah afra

    ReplyDelete
  2. Terimakasih sudah memberi komentar positif, Akhi...

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!