Tips Menulis Gaya Afifah Afra # 1

Sehari Satu Tulisan, Pasti Bisa!

Untuk menjadi seorang penulis produktif, kita harus terampil dalam mengolah kata. Kata adalah unsur bahasa, dan bahasa adalah ilmu alat. Sebuah alat, akan bisa kita pakai dengan baik jika rajin berlatih. Saya bisa menaiki sepeda pada usia yang sudah tak muda, dan untuk itu setiap pagi saya memaksa diri untuk berlatih sepeda hingga satu jam. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menempuh jarak satu dua kilometer dengan bersepeda.
Dulu saya mengetik dengan menggunakan dua jari. Karena terus berlatih, sekarang saya bisa mengetik dengan mengoptimalkan banyak jari, meskipun belum bisa 10 jari dan oleh karenanya bisa mengetik lebih cepat, dan bahkan tanpa melihat keyboard.
Begitu pun dalam masalah berbahasa, Kawan. Kita harus sering praktek. Lama-lama kita akan trampil, dan bahkan bisa menembus tingkat keahlian tertentu. Jadi, mengapa tidak Anda lakukan kebiasaan ini? Menulis, sehari minimal satu tulisan utuh, mau setengah halaman, sehalaman, atau bahkan satu cerpen. Awalnya, jika belum terbiasa, mungkin akan sulit, tetapi lama-lama akan lancar dan bahkan bisa menulis dengan sebuah 'gerak reflek'.

Jadi, mari jadikan menulis sebagai kebiasaan. Tulislah apa saja yang ada di sekitar kita, mulai yang mudah. Pulang kerja naik bus berdesak-desakan, tulislah. Hari minggu belajar mencoba resep masakan baru, tulislah. Suatu hari mendapatkan panggilan telepon yang salah sambung, tulislah. Melihat berita tentang merapi, tulislah. Dimarahi orang tua, tulislah.

Tiada hari tanpa menulis. Sebab kata Budi Darma, jurus menjadi penulis itu sebenarnya hanya tiga. Jurus satu menulis, jurus dua menulis, jurus tiga ... menulis juga. HIDUP MENULIS!

PESAN SPONSOR  :-)
Suka tulisan ini?
Klik LINK INI YA??? MOHON DUKUNGANNYA

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Tips Menulis Gaya Afifah Afra # 1"

  1. Alhamdulillah, saya sudah dapat mengetik dengan 10 jari tanpa melihat tut.
    Sepertinya menjadi jauh lebih cepat dari kecepatan mengetik kebanyakan orang..
    Mari, TERUS MENULIS!

    ReplyDelete
  2. Wah, berarti Rahman bisa sehari 2 artikel dong :-)

    ReplyDelete
  3. Itu yang belum pasti, kadang satu artikel juga tidak selesai, tapi kadang bisa beberapa artikel.

    ReplyDelete
  4. kadang saya juga kebanyakan ide mba,,tapi pada saat saya nulis pengetahuan saya yang minim menjadi hambatan...apa sih mba motivasi yang bisa merubah kita untuk terus semangat menulis??

    ReplyDelete
  5. @ Mungkin tinggal bagaimana kita mengelola semangat kita ya?! Seandainya sehari kita bisa meluangkan waktu untuk menulis 10 halaman, 10 hari sudah 100 hal dan bisa jadi buku tuh :-)
    @ Junitha: cobalah kuasai satu hal dengan mendalam. Nanti kita bisa menuliskan, berdasarkan apa yang kita kuasai dengan baik itu... wallahu a'alam

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!