Tips Menulis Gaya Afifah Afra #10

Travelling Yuks!
Bagi beberapa orang, perjalanan ke suatu tempat sering disikapi dengan rasa malas, jenuh, enggan dan segala derivat emosi yang mengarah pada suatu simpulan: travelling itu tidak menyenangkan! Sudah ribet mengurus bawaan yang seabrek-abrek, perjalanan yang pasti melelahkan, duit yang harus banyak keluar, sampai harus berhadapan dengan banyak makhluk 'asing' dengan polah yang menyebalkan. Maka, alih-alih menikmati sebuah perjalanan, doski malah sibuk berenang di pulau kapuk alias tidur sepanjang perjalanan dan berharap terbangun begitu sampai di tempat tujuan.
 
Ups, padahal bagi seorang penulis, travelling itu superduper penting lho. Utamanya buat membantu kita menyusun setting dari sebuah tempat. Bayangkan, bagaimana kita bisa menuliskan kondisi Surabaya jika kita enggak pernah pergi kesana? Memang sih, kita bisa mencari dari intenet, buku-buku atau majalah. Dan memang ketika kita hendak menulis setting tentang tempat tertentu trus kita harus mendatangi tempat tersebut. Repotlah, kalau kita harus terbang ke Paris saat menulis tentang Paris. Royalti yang kita terima barangkali tidak cukup untuk mengganti ongkos tiketnya :-).
 
Tetapi dengan merasakan sendiri suasana daerah yang hendak kita angkat sebagai setting, misalnya betapa panasnya Surabaya, bagaimana kondisi lalu lintasnya, sikap orang-orangnya, tentu tak seenak ketika kita memang sudah pernah mendatangi kota tersebut. 
 
Jadi, mari nikmati perjalanan! daerah-daerah baru, akan membuka wawasan baru, informasi baru dan ide-ide baru yang segar. Jangan hanya tidur di dalam kendaraan. Setiap kilometer yang kita lewati, awasi dengan jeli. Bahkan kalau perlu, minta sopir berhenti di suatu tempat yang Anda anggap menarik. Tetapi, ini tentu tak bisa kita lakukan jika kita memakai kendaraan umum, apalagi kereta dan pesawat terbang :-).
 
Ketika Anda mampir di warung makan, tanyakan makanan-makanan yang khas di daerah tersebut. Nikmati dengan seksama, rasakan bumbu-bumbunya, jangan lupa, kunyah hingga 32 kali, kecuali jika makanan tersebut sangat pedas hehe... Perhatikan dengan seksama adat-istiadat orang-orang disana: bahasanya, rumah-rumahnya, lagu daerah, cara berkomunikasi, pakaian, bahkan juga raut wajahnya (tapi jangan sambil melotot, nanti dilempar sendal, lhooo...).

Datangilah juga tempat-tempat yang khas, nggak sekadar yang indah-indah dan dijadikan sebagai ikon, tetapi juga yang sumpek, kumuh, jorok dll. Cobalah untuk berinteraksi dengan para penduduknya, bertanya ini-itu, ngobrol kesana-kemari. Oya, jepretkan kamera Anda sebanyak mungkin, supaya tersimpan gambar-gambar yang nantinya bisa membantu ingatan kita ketika mendeskripsikan kota tersebut.
 
Pendek kata, jangan pernah malas melakukan travelling, atau Anda akan kehilangan banyak momen hebat dalam kehidupan Anda, baik sebagai seorang penulis maupun profesi-profesi lainnya. Selamat bertualang, jangan lupa, bagi oleh-olehnya berupa tulisan-tulisan yang mencerahkan!

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Tips Menulis Gaya Afifah Afra #10"

  1. Teman-teman, silahkan berkunjung ke blog kami untuk mengetahui informasi terkini buku-buku spesial khususnya tulisan Afifah Afra :-)

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!