Tips Menulis Gaya Afifah Afra # 6


Cobalah Teknik Bisosiasi
Ketika belajar ilmu Biologi saat SMP, saya terkesan dengan pembuatan tanaman tomtang, akronim dari tomat-kentang. Prinsip dari tanaman tersebut adalah bahwa tomat dan kentang, termasuk dalam satu familia, yaitu Solanaceae. Dua batang tanaman tersebut disambung, kentang untuk bagian bawah dan tomat atasnya. Hasilnya ... terciptalah sebuah tanaman yang mempunyai hasil ganda. Akarnya menghasilkan umbi kentang, batangnya menghasilkan buah tomat. Sebuah perpaduan yang cerdas.
Kita juga melihat, kreativitas produsen diapers yang mengeluarkan produk berupa diapers yang berbentuk seperti celana. Sebelum itu, diapers berbentuk seperti popok, sehingga agak sulit dikenakan, dan ketika anak beranjak besar, mereka sering usil dengan merusak perekat. Diapers berbentuk celana sangat cocok untuk bayi yang sudah mulai aktif bergerak. Selain tidak tembus cairan pipis, bayi juga lebih nyaman, karena seperti mengenakan celana biasa.
Teknik semacam itu lazim disebut sebagai bisosiasi. Intinya, dua hal yang berbeda digabungkan, dan muncullah hal ketiga yang berbeda. Rumusnya (jiaaah, sok ilmiah banget):
A + B   =  C
Jika kita seorang penulis, teknik bisosiasi itu penting banget buat menghasilkan ide-ide baru. Tetapi, apakah cara itu tidak termasuk plagiat? Sekarang saya bertanya, jika sebelumnya pada suatu kaum hanya biasa minum kopi pekat, lalu ada yang mencampurkan susu pada kopi itu menjadi kopisusu, tentu kita akan mengatakan bahwa kopisusu ya kopisusu. Bukan wedang kopi, dan bukan juga susu. Memang ada unsur kopi dan susu, tetapi ia tetap sebuah minuman yang berbeda.
Bagaimanapun, tak satupun penciptaan di dunia ini yang berawal dari ketidakadaan menjadi ada, kecuali ciptaan Sang Pencipta. Semua kreativitas manusia membutuhkan bahan baku, berupa bahan mentah atau barang setengah jadi. Bahkan nasi yang sudah jadi barang jadi pun tetap bisa dimasak jadi nasi goreng.
Wah, kok jadi ngelantur. Soal plagiatisme, nanti akan saya bahas di artikel tersendiri ya, biar lebih tuntas dan jelas. Sekarang, kita coba mempraktekkan bisosiasi yuk! Cinderala dan Robin Hood, jadinya puteri jelita yang pintar naik kuda, memanah dan merampok bangsawan korup untuk dibagikan kepada rakyat jelata. Keren, kan?
Suka artikel ini? Klik LINK INI!


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Menulis Gaya Afifah Afra # 6"

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!