Menulis Cerpen, Yuk! (3)

By Afifah Afra     
Agar Cerpen Kita Menarik
 Setiap kali membaca cerpen yang menarik, saya merasa iri. Kok bisa ya, dia menulis seperti itu? Lantas saya akan bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya apa-apa saya sih yang membuat cerpen kita terlihat unik, menarik dan gereget? Saya mencoba merumuskan beberapa resep berikut ini.

Konsistensi
Usahakan agar cerpen anda konsisten dari awal sampai akhir. Salah satu Kelemahan cerpenis pemula adalah keinginan yang meledak-ledak pada diri mereka untuk menceritakan segala sesuatu yang ada di benak mereka secara menggebu-gebu. Akhirnya, mereka justru terlalu banyak melakukan pelanturan-pelanturan yang sebenarnya tidak diperlukan untuk membangun plot cerpen tersebut.

Kalimat yang Multifungsi
Untuk membuat sebuah cerpen yang menarik, oleh karena ruang cerpen yang sempit, seperti yang telah saya ungkapkan di atas, kita wajib menyeleksi kata-kata yang akan kita ambil. Jika memungkinkan, rangkailah kata-kata sedemikian rupa sehingga kalimat yang dihasilkan, memiliki multifungsi. Lihatlah kalimat ini. "Dengan gaun malamnya yang Eropa punya, dia terlihat begitu pintar menyesuaikan diri." Apa saja fungsi yang bisa diambil dari kalimat itu?
1. Kita tahu bahwa peristiwa itu terjadi di waktu malam
2. Kita tahu bahwa peristiwa itu terjadi pada sebuah pesta yang bergaya eropa
3. Kita tahu karakter orang itu modis dan pintar menyesuaikan diri
Dari satu kalimat, kita bisa mendapatkan 3 fungsi.

Judul yang Membuat Penasaran!
Judul adalah salah satu penarik sebuah cerpen. Ia adalah kepala dari sebuah karangan. Performa dari isi cerpen, pertama kali dilihat dari judulnya. Maka, buatlah judul yang singkat, padat, namun mengena dan membikin penasaran.

Bang!’ Sebagai Pembuka
Awalilah cerpen anda dengan ledakan (bang), sehingga begitu melihat sekilas, pembaca akan tertarik. Cerpen itu mirip sebuah presentasi, dimana audiens harus terlebih dahulu diikat perhatiannya sehingga akan ‘tersihir’ dan mau menurut ke arah mana ia akan ‘dibawa’ oleh presenter.

Diksi
Pada hampir semua karangan, diksi merupakan salah satu kunci kekuatan dari karangan tersebut. Selain membentuk sebuah kalimat, diksi sebisa mungkin juga diusahakan untuk menciptakan efek tertentu bagi pembaca

Ending
Ending, jika dimungkinkan harus memberikan kejutan bagi pembaca. Namun jangan mengada-ada. Kejutan tersebut, semestinya sudah dipersiapkan atau disiratkan di awalan cerita, namun pembaca tidak tahu bahwa itulah ending dari cerita tersebut. Jadi, ending bukan sesuatu yang ditempelkan begitu saja.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Menulis Cerpen, Yuk! (3)"

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!