Menulis & Kreativitas Bag. 2

Bagaimana Agar Kreativitas Itu Muncul? Menurut John Haefele, ada 4 tahap yang ditempuh dalam pemikiran kreatif. Saya akan mencoba menerangkan dalam bahasa yang lebih sederhana.


Pertama, tahap persiapan. Dalam tahap ini, silahkan Anda mengumpulkan puzzle-puzzle, atau konsep-konsep (sekurang-kurangnya 2 buah) yang menjadi bahan-bahan untuk mendapatkan konsep yang baru. Misalnya, Anda sedang berpikir, bagaimana caranya agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan Anda membuat presentasi untuk acara seminar yang mengundang Anda sebagai pembicara secara tepat waktu, tanpa diganggu oleh anak-anak Anda yang tengah merengek-rengek minta Anda ajak main.



Konsep yang mungkin muncul dalam benak Anda adalah sebagai berikut:



1. Menyelesaikan presentasi tepat waktu, karena tak ada waktu lagi, maka saat itu juga Anda harus bisa  mengerjakannya.



2.  Anak-anak tetap bisa bermain bersama Anda, karena beberapa hari ini Anda benar-benar sibuk dan tak ada waktu bermain bersama mereka. Anda tak mungkin mematahkan hati mereka dengan penolakan Anda.



Setelah konsep ini muncul, Anda juga harus menginventarisir, sumber daya apa yang sekiranya mampu memecahkan permasalahan tersebut secara kreatif. Anda bisa mendatanya. Bisa jadi yang kemudian Anda data adalah: informasi tentang perkembangan anak; pengetahuan Anda tentang kesenangan anak; penguasaan Anda dalam membuat presentasi, berikut peralatan yang dimiliki, yakni komputer, handycam, dan sebagainya.



Tahap kedua adalah pengendapan. Pada tahap ini Anda harus menggabungkan konsep-konsep yang ada. Akan lebih baik jika Anda pun menggabungkan konsep tersebut dengan sumber daya yang Anda miliki. Semakin banyak kekayaan informasi yang tersimpan dalam memori Anda, proses ini akan berjalan semakin mudah.



Tahap ketiga adalah pemunculan konsep atau gagasan baru sebagai penggabungan dari konsep-konsep yang telah ada. Inilah saatnya Anda berteriak, “Eureka!” sebagaimana Archimedes menemukan salah satu buah kreativitasnya. Jika permasalahannya seperti contoh di atas, konsep baru yang mungkin Anda temukan adalah: 

“Bagaimana Anda membuat sebuah presentasi yang juga sebagai ajang Anda bermain dengan anak-anak Anda.” 


Anda bisa mengambil handycam, mengajak anak-anak Anda berakting. Anda tahu bahwa anak Anda sangat menyukai hal-hal yang demikian. Dan Anda pun bukan orang yang ketrampilan dalam membuat film pendek tergolong ecek-ecek. Didukung bahwa seminar yang akan dihadiri Anda besok temanya adalah tentang pemunculan potensi anak. Anda sangat yakin, bahwa film tentang keseharian anak-anak dalam bermain, yang akan Anda komentari sesuai dengan keahlian Anda, lebih bagus dari bentuk presentasi apapun selainnya.



Tahap keempat adalah penyempurnaan. Dalam tahap ini, Anda mengembangkan gagasan baru tersebut, melakukan pengujian serta penyempurnaan.



Proses sederhana berikut ini juga bisa Anda terapkan untuk mengembangkan kreativitas Anda!



Berdasarkan rumus Haefele:    A + B --> C



A         : Pampers yang sulit dikenakan pada anak usia 1 tahun ke atas karena sudah banyak bergerak.

+
B         : Celana yang lebih mudah dikenakan, tetapi karena bahannya dari kain, maka jika anak pipis/ berak, akan tembus.

C          : Pampers yang dibentuk menyerupai celana.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menulis & Kreativitas Bag. 2"

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!