Princess Diva 01: "My Name Is Diva"

Erin membelalakan matanya, girang. Mendadak ia membayangkan Sansan, Riko, Aden dan Farhat gelagapan di tengah laut, sementara ia tertawa terbahak-bahak di buritan sebuah kapal. Juga membayangkan saat wajah keren para cowok itu berubah pucat lesi karena segerombolan genderuwo siap menggayang tubuh mereka. Uh, dijamin, pasti sangat menyenangkan. “Usul Lu barusan keren banget. Ayo, gue ngedukung banget.”
“Termasuk ngedukung kalau gue masuk bui?” ujar Diva sinis, seraya ngeloyor keluar. Erin buru-buru bangkit. Ditariknya lengan gadis itu kuat-kuat.
“Eh, Lu mau kemana?”
“Perpus!” sentak Diva sambil mencoba mengibaskan tangan Erin, yang ternyata bisa ia lakukan dengan mudah, meski Erin mencengkeram lengannya kuat-kuat.
“Bantuin gue dulu!”
“Tidak bisa.”
“Why?”
“Denger Nona Erina Surya Putri Maharani! Gue sedang sibuk nyiapin 10 ulangan susulan di minggu ini. Gila-gilaan nggak? So, mana sempat gue ngurusin masalah picisan kayak gitu,” sentak Diva yang punya nama panjang Diandra Venayeksi Anderson—entah apa arti dari nama itu—yang jelas kata terakhir menunjukkan nama keluarga, seraya membentuk corong dengan kedua tangannya, menempelkan ke telinga Erin yang hanya bisa merengut.
“Siapa suruh bolos dua minggu!” omel Erin.
Diva melengos.
“Ya udah, kalau nggak mau bantu. Dasar nggak punya rasa setia kawan.”
Gadis itu tertegun. Ada sebentuk muatan yang ingin segera ia semburkan terkait dengan konsep kesetiakawanan itu, namun buru-buru ia tahan. Tidak, tak ada seorang pun yang boleh tahu dengan apa yang telah terjadi padanya. Meskipun orang itu adalah Erin, satu-satunya siswa di SMA Paradise yang bergaul, tepatnya mau bergaul erat dengannya.
Entahlah… hampir semua siswa di SMA borjuis itu mengenal nama Diva, bahkan mungkin hapal kepanjangannya. Ia memang memiliki segalanya yang layak membuat terkenal. Ia cantik, indo, pintar, licin berargumentasi, jago orasi, dan jelas... kaya. Jika kemudian tak ada seorang pun yang mau dekat dengannya, hal itu terkait dengan karakternya yang aneh.
“Oke,” desah Diva akhirnya. “Ayo kita temui anak-anak cokek itu!”
“Naaah,” mata Erin membundar. “Gitu dong!”
Diva hanya melempar senyum sinis.
............
Sudah, sudah... barisan kalimat di atas hanya petikan dari serial terbaru saya, Princess Diva, yang di episode pertama akan diberi judul "My Name is Diva". Bertutur tentang banyak pribadi yang unik, mulai dari Diva--akronim Diandra Venayeksi Anderson, Erin--si gendut yang selalu saja tak merasa percaya diri, sampai gank coke yang berisi cowok-cowok keren di SMA Paradise.
Ada banyak cerita terpapar. Sedih, haru, ngocol. Tetapi yang jelas: meremaja!
Saya sengaja menulis cerita yang sebagian pernah dimuat di majalah Annida ini karena permintaan dari banyak rekan remaja saya. Mereka--katanya--menyukasi karya-karya serius saya seperti De Winst, De Liefde dan Katastrofa Cinta, akan tetapi mereka merindukan karya-karya remaja saya seperti Serial Elang, Icang Love Story dan sebagainya.
Jadi, I'm come back!
Novel serial yang akan terbit kira-kira akhir Januari 2011 ini saya persembahkan khusus untuk teman-teman remaja di seluruh dunia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Princess Diva 01: "My Name Is Diva""

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!