Si Tampan di Gerbong Khusus Si Cantik

"Maaf, ini gerbong khusus wanita!" ujar beberapa petugas dari PT Kereta Api sembari 'menghalau' dengan halus para lelaki yang 'salah masuk' gerbong. Meskipun tulisan Kereta Khusus Wanita jelas-jelas terpampang di beberapa tempat, toh kerumunan penumpang yang berjubel di stasiun dan terjebak euforia saat kedatangan kereta, barangkali berhasil dengan sukses menutup pandangan sebagian kaum Adam. Maka, gerbong terdepan kereta api prameks (prambanan ekspres)  yang dirancang feminim itu, akhirnya kebobolan juga.
Namun, ternyata petugas cukup sigap. Mereka dengan cepat bergerak, mengusir dengan halus para lelaki itu. Beragam reaksi kaum yang 'terusir' itu. Ada yang tersipu-sipu malu, ada yang kaget, namun ada juga yang cuek. Akan tetapi, tanpa perlu bersusah-payah--mungkin karena penumpang Prameks kebanyakan kalangan terpelajar--akhirnya gerbong khusus wanita pun 'steril'. Para penumpang wanita pun merasa legaaa... termasuk saya. Aman deh rasanya. Soalnya risih juga kan rasanya jika kita tak sengaja bersandar dan tertidur, sementara di depan kita ada sepasang mata lelaki bukan mahram yang mempelototi kita. 

Gebrakan yang Menawan
Saya mewakili para perempuan, khususnya yang sering memanfaatkan jasa prameks tampaknya harus banyak berterimakasih kepada PT Kereta Api. Memang gerbong khusus wanita bukan hal yang baru. Di negara lain, seperti India, sudah lama beroperasi kereta khusus wanita. Bagaimanapun, bercampurbaur dengan lelaki bejibun mudharatnya. Mulai dari ancaman seksual, kekerasan (memang perempuan dengan perempuan juga mungkin terjadi kekerasan, tapi secara umum kekerasan dilakukan oleh kaum lelaki terhadap perempuan, setuju nggak?), juga kriminal. Coba deh cek di kantor polisi, bandingkan pencopet lelaki dengan pencopet perempuan, banyak yang mana?
(Duh, sorry kaum lelaki... bukannya sedang menjelek-jelekkan kaum kalian. Tetapi memang begitulah kenyataannya hehe.)
Kembali ke laptop! Pemisahan antara lelaki dan perempuan sebenarnya telah menjadi kultur yang berakar kuat di negeri ini. Lihatlah di pesta-pesta pernikahan zaman dulu, paling tidak sekitar 10 tahun yang lalu. Tamu lelaki dan perempuan dipisah, dan mereka merasa fine-fine aja dengan sistem itu. Maka saya jadi heran bukan kepalang, karena di pesta-pesta pernikahan sekarang, lelaki dan perempuan bercampur-baur tanpa merasa jengah. Sudah terkikiskah tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita?
Dari sudut pandang agama, ikhtilat pun jelas diharamkan. Maka, betapa bersedihnya kaum Muslimah yang terpaksa harus berdesak-desakan dengan kaum lelaki saat menumpang bus, kereta atau berbagai fasilitas umum lainnya.

Jangan Prameks Saja
Jadi, sekali lagi... terimakasih PT KA. Cuma saya harap, pliiis deh, jangan hanya di prameks saja. Coba seluruh kereta api di Indonesia dibuatkan gerbong khusus wanita, pasti asyik deh. Suami saya tak terlalu cenut-cenut ketika harus mengantar saya bepergian di stasiun kereta api, karena membayangkan sesosok tubuh macho penuh berewok menjadi teman sebangku saya. 
Mungkin bukan perkara yang mudah. Buktinya, meskipun telah berlaku sejak beberapa bulan silam, selalu saja peristiwa 'kebobolan' itu terjadi. Yah, jangankan di kereta api. Di tempat wudhu yang jelas-jelas ada tulisan khusus puteri saja, beberapa kali saya menemui para lelaki dengan santainya nyelonong. Saya pernah menegur seorang bapak yang dengan santai masuk ke tempat wudhu sebuah masjid besar daerah Temanggung, yang jelas-jelas dipenuhi muslimah yang hendak shalat ashar. "Maaf pak, ini tempat wudhu muslimah."
Dengan santai lelaki itu menjawab, "Sama aja mbak!" Ugh, rasanya tinju ini ingin terkepal dan melayang ke mukanya. (Perempuan juga bisa melakukan kekerasan, hag...hag...hag).
Demikian juga, dulu saya pernah membaca berita tentang peluncuran bus kota khusus wanita di Pekanbaru. Pada saat berkesempatan mengunjungi pusat bumi lancang kuning itu, saya minta teman saya yang tinggal di Pekanbaru mengantar saya menjajal bus itu. Eh, apa jawab teman saya. "Sudah nggak ada mbak, bus khusus wanitanya." Yaaah, penonton kecewa, deh!
Jadi, memang butuh keseriusan. Tetapi, acung empat jempol sekaligus buat PT KA. Semoga diikuti institusi-institusi yang lain.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Si Tampan di Gerbong Khusus Si Cantik"

  1. untunglah ane belum pernah 'terjebak'. Mestinya tidak cuma label saja, tapi dari cat gerbong juga dibikin beda. jadi ketahuan dari jauh. Sukur2 gerbongnya dibuat seperti badan bis, ada gambar bunga2nya geto. :)

    ReplyDelete
  2. Mungkin (curiganya nih...), banyak para penumpang lelaki yg sebenarnya tahu, tetapi barangkali (lagi2 curiga) berpikiran... halaaah, paling hanya tulisan. Di Indonesia, tulisan nggak pernah dianggap. Contohnya, tulisan merokok bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan janin ada di setiap bungkus rokok, tetapi cuek aja tuuuh...

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, setelah diberlakukan di beberapa KRL di jarkarta, ternyata di KA Prameks sudah ada aturan ini (malah baru tau..hehe).

    Terbukti bahwa aturan, tatacara Islami itu selain indah, juga sangat bermanfaat. G ada yg dirugikan disini :)

    ReplyDelete
  4. Ya, bagaimanapun juga, perempuan butuh peraturan yang berpihak pada mereka. Step by step, insyaAllah akan terlaksana, kita doakan saja. Di Saudi, janda2 hidupnya dijamin oleh negara. Klo Indonesia belum ada peraturan macam itu. Ya, mulai dari yang gampang2 dululah...

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!