1000 Masjid Semalam?

By Afifah Afra

Apa kira-kira persamaan dan perbedaan antara Bandung Bondowoso (seorang tokoh dalam cerita rakyat), para developer di berbagai kota dan panitia pembangunan masjid? Persamaannya adalah, mereka sama-sama membangun. Bandung Bondowoso ‘membangun’ 1000 candi dalam satu malam untuk memenuhi keinginan perempuan pujaan hatinya, yakni Rara Jonggrang. Para developer di membangun mall-mall, ruko-ruko, rumah, perkantoran dan sebagainya. Sedangkan panitia pembangunan masjid, jelas... membangun masjid.
Sekarang, mari kita bahas perbedaannya. Satu perbedaan yang paling menyolok adalah, kecepatan aksi mereka. Bayangkan, Bandung Bondowoso membangun 1000 candi dalam 1 malam (jangan diperdebatkan benar-salahnya, ini cuma sebuah satire). Sementara, para developer juga mewarisi semangat sang Bandung. Di kota Solo, tak ada 1 tahun, Solo Grand Mall yang sebesar itu telah paripurna. Baru beberapa bulan, rangka Solo Square sudah terlihat jelas, dan dalam hitungan waktu yang limit, sudah berdiri megah di jalur utama menuju kota Solo.
Sekarang, Solo Paragon mencakar langit Surakarta dalam kilatan waktu yang mencengangkan. Betapa cepat membangun sebuah mall yang biayanya tentu menembus angka trilyun. Sebagai gambaran, rumah tipe 36 di daerah Colomadu saja harganya mencapai 100 juta rupiah.
Tetapi seberapa kecepatan membangun masjid? Hm... tampaknya jawaban pertanyaan itu kita sudah sama-sama tahu. Untuk menyelesaikan renovasi sebuah masjid, sangat jamak jika makan waktu bertahun-tahun. Di kampung asal saya, masjid yang menjadi tempat persinggahan para musafir—karena dari beberapa KM perjalanan, tampaknya hanya itu masjid yang berada di tepi jalan—merintih dari hari ke hari karena bangunan yang semakin memburuk kualitasnya. Renovasi dilakukan tertatih-tatih. Biaya yang tampak besar, ternyata menjadi tak seberapa dibandingkan dengan mall-mall yang bertebaran di perkotaan.
Mengapa itu terjadi? Coba kita analisis bersama. Apa yang menyebabkan Bandung Bondowoso begitu bersemangat menyelesaikan proyek impossiblenya? Karena ia tergila-gila kepada seorang gadis jelita. Ia begitu berhasrat untuk bisa mempersunting Rara Jonggrang, sehingga akhirnya mengerahkan segenap kemampuannya untuk menyelesaikan persyaratan yang diminta oleh Rara Jonggrang, membangun 1000 candi dalam satu malam.
Apa yang menyebabkan pembangunan mall-mall melesat laksana mobil balapnya Schumacer? Karena keuntungan yang akan ditangguk oleh para pemodal besar itu sungguh menggiurkan. Kota Solo tak sebesar Jakarta, tetapi penduduknya superkonsumtif. Belanja di mall menjadi sebuah tren. “Sejuk sih, kan ber-AC. Sudah begitu, bisa ngeceng lagi!”
Apakah membangun masjid tidak menjanjikan keuntungan? Anggapan yang salah besar. Keuntungan yang paling menggiurkan adalah surga. Allah menjanjikan surga bagi siapa saja yang berinfak di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya. Tetapi tampaknya, surga tak lagi menarik untuk diraih. Kalah dengan iming-iming fulus ataupun persuntingan dara jelita. 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "1000 Masjid Semalam?"

  1. Great read! I wish you could follow up to this topic

    Aromatherapy Training

    ReplyDelete
  2. Thanks for posting, I like this blog!

    clomid

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!