Apa Sih, Tulisan Itu? # 1



By Afifah Afra
Ketika kita bicara tentang menulis, berarti yang harus kita bayangkan adalah produk akhir dari sebuah proses bernama menulis, yakni tulisan. Tentunya nggak sembarang tulisan bisa kita namakan ‘tulisan’. Paham maksudnya? Seorang anak TK yang baru belajar menulis, dengan huruf yang mirip ‘ceker ayam’ mungkin akan menuliskan, ‘Ini Budi.’ Tulisan itu memang sebuah tulisan, tetapi tidak bisa disebut sebagai ‘tulisan’.
Akan berbeda jika tulisan itu kemudian berhubungan dengan kalimat lain, kemudian berubah menjadi paragraf, dan paragraf satu sama lain saling berkoherensi, sehingga membentuk sebuah satu kesatuan yang bisa dimengerti. Inilah yang kita kenal dengan nama wacana. Jadi, wacana adalah seluruh isi tulisan dari awal hingga akhir, baik itu fiksi ataupun non fiksi. Wacana umumnya terdiri dari paragraf-paragraf yang saling berkoherensi membentuk hubungan sebab akibat.
Wacana inilah yang jika dikembangkan, akan membentuk berbagai jenis karangan, baik itu cerpen, artikel, atau bahkan novel. Jadi, untuk bisa membuat karangan-karangan itu dengan utuh, seorang calon penulis harus mumpuni terlebih dahulu dalam merangkai kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan paragraf menjadi wacana. Yuk, kita mulai bahas!

Membuat Kalimat
Kelihatannya sepele, tetapi jika saya amati, ternyata banyak para penulis yang belum bisa membuat kalimat yang efektif. Ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas tulisan yang dihasilkannya. Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya. (organisasi.org). Kalimat dasar yang dibenarkan dalam bahasa Indonesia adalah dengan pola sebagai berikut:
1.       SP (Subjek-Predikat)
2.       SPO (Subjek-Predikat-Objek)
3.       SPPel (Subjek-Predikat-Pelengkap)
4.       SPOPel (Subjek-Predikat-Objek-Pelengkap)
5.       SPK(Subjek-Predikat-Keterangan)
6.       SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan)

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Apa Sih, Tulisan Itu? # 1"

  1. wah, sejak kapan ya saya dipanggil bude, hehe... soalnya suami anak bungsu, dan adik saya satu belum menikah, satunya anak2nya masih kecil2, jadi nggak mungkin punya blog, hehe

    ReplyDelete
  2. ane pengen jadi penulis...
    belajar dari blognya mbak Afra aja dah....
    ane minta izin untuk klik-klik di blog ini ya..
    sukron

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!