Tragedi Khitan Instan

Tribute to My Father # 2
Afifah Afra

Bagi setiap anak lelaki, khitan adalah impian. Biasanya, saat khitan, mereka akan diberikan hadiah yang bermacam-macam. Terkadang, mereka juga diizinkan untuk meminta makanan yang mereka gemari. Kalau dalam istilah Banyumas 'mapas'. Saya pernah ngiler, ketika adimasku, satu-satunya saudara yang berjenis pria khitan dahulu. Ia meminta ingkung, alias ayam kampung bakar utuh, dan permintaan itu dikabulkan dengan suka cita. Beruntung, adimasku orangnya tidak pelit. Meski tidak khitan, saya ikut merasakan lezatnya ingkung itu.
Nah, saat kecil, ayah juga memiliki cerita seru soal khitan. Begini ceritanya ....
Di dekat kampung ayah saat itu, yakni Kalitan, terdapat kebun buah-buahan yang sangat luas. Macam-macam pohon yang tumbuh. Rambutan, mangga, jambu, dan sebagainya. Lokasi kebun itu, kata ayah, sekarang telah menjadi Solo Grand Mall. Nah, ayah dan adik-adiknya, serta bocah-bocah yang tinggal di sekitar perkebunan itu, sangat suka mendatangi kebun itu. Tentu tidak dengan sepengetahuan si pemilik, alias mencuri. Terkadang, juga hanya untuk sekadar bermain panjat-panjatan. Mereka akan melompati pagar tembok yang mengelilingi lokasi perkebunan dan menaiki pohon-pohon tersebut. Ah, anak-anak kecil yang nakal.
Ayah saya, termasuk dalam rombongan bocah-bocah bandel itu. Ia membawa pula adik-adiknya yang lelaki. Salah satunya adalah S (namanya saya samarkan ya... hehe). S, dengan sukacita menaiki satu pohon dan nangkring di puncak. Pada saat itu, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan.
"Pak X (pemilik kebun, pen.) datang!" teriak para bocah.
Spontan, bocah-bocah yang sedang di atas pohon itu turun dan berlarian. Namun naas dengan S. Saat turun, ia terjepit cabang pohon yang patah di bagian perut hingga lutut. S tak bisa lolos, dan akhirnya tertangkap. Namun, masalah lain yang datang justru lebih pelik. Saat cabang pohon itu diangkat, ada satu bagian tubuh yang terjepit. Solusinya hanya satu: Khitan!
Akhirnya, dengan meringis menahan sakit, S pun harus menerima khitannya tidak dilakukan dalam kondisi pesta, boro-boro meminta hadiah dan makanan kesukaan, karena ia justru menerima marah dan hukuman. Kapok, euy!

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Tragedi Khitan Instan"

  1. :D :D :D luuccuuu mba...
    khitan ya ?
    gak ada sodara pria eheheh

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!