SUSAHNYA MEMENDAM CINTA

Dear blogger, memendam cinta itu berat ya? Sudah merasakan? Ada seorang gadis memberikan pertanyaan seperti ini.
Assalamu’alaikum. Mau nanya neh, bukankah pacaran itu dilarang dalam Islam. Tapi bagaimana ketika kita yang masih pelajar merasakan anugerah untuk mencintai seseorang. Apakah memendam cinta dalam hati itu baik? Trus, gimana solusinya? (Gadis, Somewhere).
Dih, saya jadi bingung ... pakai tanya-tanya ke saya, memangnya saya konsultan cinta? Tapi, baiklah... tak baik membuat orang tenggelam dalam kebingungan. Meskipun serba terbatas, saya akan coba menjawabnya. Inilah jawaban saya :


Wa’alaikumussalam. Gadis yang sedang memendam cinta … kita harus bisa membedakan dua buah cinta. Yang pertama, ada cinta passionate, kemudian ada cinta companionate. Cinta passionate, mirip sebuah aliran banjir yang melanda. Alirannya begitu kuat, dengan debit melimpah, sehingga kalau ada sesuatu yang diterjang, akan sangat sulit bertahan, dan akhirnya hanyut. Cinta jenis ini memang emosional. Munculnya fluktuatif, menggebu-gebu, namun umurnya sebenarnya tak lama.

Karena emosional, terkadang kita sulit untuk mengontrol. Akal sehat seakan nggak bisa bekerja, karena memang didominasi otak emosi. Nah, saat otak didominasi emosi inilah, kita sering terjebak untuk melakukan ‘hal-hal yang tak terduga’, yang akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Cinta jenis ini, biasanya sangat pancainderawi, yakni muncul setelah ada ‘rangsang’ masuk ke panca indera kita. Misalnya, kita melihat cewek cakep, atau cowok bersuara merdu, kemudian kita ‘fall in love’ sama dia.

Kalau kita sudah sah, alias boleh berdekatan sama dia sih, nggak masalah. Akan jadi bahaya besar jika kita masih seorang pelajar yang belum siap untuk menikah. Solusinya? Jika kita sudah terlanjur terpanah cinta jenis ini, cobalah untuk menjauhi dia, dan menutup segala pintu untuk bertemu dengannya. Kalau misalnya kamu enggak bisa menghindar karena kebetulan satu kelas misalnya, jangan sampai kamu membiarkan berduaan saja dengan dia. Memang awalnya pasti akan sangat menyiksa. Tetapi, tidak ada ‘banjir’ yang berlangsung lama. Nanti pasti akan surut, kok.

Nah, selama banjir berlangsung, cobalah untuk mengalihkan pada hal-hal yang menjadi hobimu, misalnya membaca, olahraga, berorganisasi dan sebagainya. Jangan lupa, dekatkan dirimu pada Allah, minta pertolongan pada-Nya, agar kau bisa dihindarkan dari hal-hal yang nggak Ia ridhai.

Adapun cinta companionate, adalah cinta yang membutuhkan waktu lama. Muncul karena saling mengenal, saling memahami, saling tolong-menolong, dan saling memikul beban. Cinta semacam ini, insya Allah akan berumur lama, dan lestari, biasanya muncul pada dua orang sahabat. Cinta semacam ini tulus, dan nggak bikin illfil, namun justru memicu rasa bahagia yang sebenar-benarnya. Karena membutuhkan interaksi yang lama, biasanya cinta jenis ini muncul karena kesamaan visi-misi, kesamaan aktivitas, dan kesamaan dalam memandang berbagai permasalahan.

Kalau kamu masih pelajar, tumbuhkan saja rasa cinta jenis yang kedua. Ini akan lebih menyelamatkan, dan membuat masa mudamu lebih ‘berwarna’. Adapun jika engkau merasa ada bibit-bibit cinta passionate, sebaiknya nggak usah dipelihara, apalagi dipendam dalam hati. Karena cinta itu ibarat tumbuhan, kalau dipupuk, disirami, dikasih cahaya yang cukup, pasti akan berkembang.

Semoga gadis yang bertanya tadi puas, dan jika teman-teman pun mengalami hal yang sama, mendapat pencerahan dari jawaban saya. Amiin. 

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "SUSAHNYA MEMENDAM CINTA"

  1. wah.. kalo gak salah pernah dibahas di gizone yang tema "bukan cinta biasa"... passionate dan companionate

    ReplyDelete
  2. klo sdh dikatakan trus ditolak gmn? hehe...

    ReplyDelete
  3. @ ParLIna... yup betul, emang naskah ini saya ambil dari artikel saya yg di Gizone :-), karena gak semua orang bisa baca Gizone
    @Lili: dikatakan gimana maksudnya? ^_^

    ReplyDelete
  4. assalamu'alaikum mbak Afra...

    setelah baca artikel ini lagi, ada pertanyaan yg terbetik di benak saya:

    Misalnya, kita sadar kalau kita terserang cinta yg passionate.. Adakah kemungkinan bagi kita untuk 'memodifikasi' cinta itu sehingga nggak jadi passionate lagi? diubah jadi cinta companionate? Caranya?

    Syukron mbak... ^^

    ReplyDelete
  5. @ Hera: caranya, jauhi 'dia' sebentar saja, mungkin sebulan, dua bulan, tiga bulan, sampai kadar 'hormon cinta' itu menurun dan netral. Nanti kita akan lebih logis dan realis... :-)

    ReplyDelete
  6. terima kasih sekali lagi mbak Afra... :D

    ReplyDelete
  7. assalamualaikum bunda afra :

    Saya ingin tanya.. bagaimana jika sudah merasakan cinta compassionate?? apa seharusnya dilakukan ??

    ReplyDelete
  8. assalamualaikum bunda afra..

    Saya ingin tanya.. bagaimana jika sudah merasakan cinta compassionnate? apa langkah yang harus dilakukan selanjutnya?

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!