7 Trik Sukses Ramadhan

Semua dari kita, pasti menginginkan Ramadhan kita sukses, bukan? Nah, berikut ini ada satu artikel saya yang pernah dimuat di majalah Gizone edisi 7. Karena dimuat di majalah remaja, bahasanya memang cenderung meremaja. Tak apa kan, jika Anda sudah merasa 'berumur'? Hitung-hitung obat awet muda.

1.       Mantapkan Niat
Niat ini penting banget, … coz rasul bersabda pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, innamal a’malu bin niyaat… sesungguhnya amalan itu bergantung pada niat. Kalau kamu memang niat pengin ‘be new you’ by ramadhan, ya kuatin deh niat kamu.



2.      Bikin Persiapan yang Matang
Menurut Ustadz Muhammad Haris, Rasulullah dan para sahabat, selalu menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan semangat, sebaliknya, jika Ramadhan berlalu, mereka akan sangat sedih. Mereka selalu mempersiapkan jauh-jauh hari, bahkan menjadikan ramadhan sebagai patokan pembagian fase hidup mereka. Yaks, terkait dengan ramadhan, para sahabat memang membagi fase kehidupannya menjadi dua, yakni 6 bulan sebelum ramadhan, yang digunakan untuk persiapan, dan 6 bulan sesudah ramadhan, yang digunakan buat evaluasi dan berdoa agar amal ibadahnya diterima Allah azza wa jalla.
Bentuk persiapannya antara lain memperkuat fisik (biar nggak sakit-sakitan) trus memperbanyak puasa sebagai latihan, lebih banyak beribadah dan membaca al-qur’an, dan sebagainya. Rasulullah sendiri, pada bulan Sya’ban ia nyaris berpuasa sebulan penuh, dan dalam beberapa riwayat disebutkan beliau hanya berbuka (tidak puasa) di akhir bulan sya’ban menjelang ramadhan. Ini untuk membedakan antara bulan sya’ban dan ramadhan, coz, di bulan ramadhan kan kita kudu sebulan penuh berpuasa (kecuali bagi yang berhalangan).

3.      Kuasai Ilmunya
Bulan ramadhan ini bulan obral pahala, so jangan sampai lewat dengan begitu saja. Kamu kudu optimalkan dengan ibadah. Nah, ibadah ini perlu ilmu. Jadi, kuasailah ilmu tentang ramadhan, mulai dari hukum berpuasa, ibadah-ibadah apa yang bisa kita lakukan, apa aja keutamaan-keutamaannya dan sebagainya. Kita juga sebaiknya menghadiri acara-acara pengajian menjelang ramadhan, trus borong tuh buku-buku tentang puasa. Mending jatah uang sakumu ditabung buat beli buku, daripada dipakai buat yang nggak terlalu penting.
Bagi teman-teman yang belum lancar baca Qur’an, cari aja tempat-tempat belajar Qur’an. Jangan malu barengan sama anak-anak kecil di TPA masjid sekitar rumah kita. Dalam masalah ibadah, kita dilarang malu, tahu nggak?!
Kita juga sebaiknya sering-sering berkunjung ke rumah orang-orang shalih nan alim, biar ikut kecipratan keshalihan dan kealimannya… maksudnya, kamu bisa menimba ilmu langsung dari dia. Selain itu, melihat keseharian orang-orang yang shalih itu sangat dahsyat lho, buat memicu semangat ibadah kita.

4.      Tetapkan Target
Target ini penting banget buat memicu semangat. So, kalau ramadhan kamu pengin sukses, ayo rancang target. Ini contoh target yang pengin diraih oleh Salma Karimah, siswa kelas IX sekaligus ketua OSIS SMPIT Nurul Islam Kab. Semarang (sekarang siswa di SMA 1 Yogyakarta), bisa kamu contoh deh!
  • Khatam (tamat) baca Al-Qur’an 5 kali
  • Muraja’ah (mengulang) hafalan Al-Qur’an. Salma ini sudah hapal 4 juz Al-Qur’an, trus di ramadhan ini, dia pengin 4 juz yang ia hapal itu benar-benar ia hapal.
  • Memperbaiki akhlak. “Saya ini remaja yang dalam proses tumbuh, saya sadar banyak gejolak. Saya ingin menjadi muslimah yang sejati,” ujar Salma ketika ditemui Gizone di rumahnya yang sejuk, di Tengaran, selatan Kota Salatiga.
  • Salma juga ingin meningkatkan semangat juang, serta membaca buku-buku, utamanya sirah nabawiyah. Sukses deh, Salma!

5.      Lakukan Amal Kebaikan Semaksimal Mungkin
Kalau ramadhan sudah datang, lakukan amal kebaikan sebaik mungkin yach! Misalnya, berinfak. Menurut Ustadz Muhammad Haris, ketika ramadhan, Rasulullah tuh lebih dermawan daripada tiupan angin. Orang yang dermawan tetapi sedikit bodoh, masih menurut beliau, lebih baik daripada orang pintar yang pelit. Jadilah orang yang ringan tangan dan siap berbuat kebaikan, karena khairunnaas anfa’uhum linnaas… sebaik-baik orang adalah yang paling banyak manfaatnya orang lain. Amalan di bulan ramadhan itu dahsyat, karena pada saat ramadhan, amalan sunnah dilipatgandakan pahalanya sehingga seperti derajat wajib. Sedangkan amalan wajib akan dilipatgandakan pahalanya hingga 700 kali. Maka, jadikan ramadhan kita ini, seolah-olah sebagai ramadhan terakhir kita. Ini akan mendorong kita untuk beramal sebaik mungkin. Sebab, Allah berfirman,
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…” (QS. Al-Mulk: 2). Dan, ramadhan adalah sarana yang tepat bagi kita untuk meraih amalan yang terbaik.

6.      Carilah Lailatul Al-Qodar (Malam Kemuliaan)
Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadar: 1-5).
Salma Karimah misalnya, selalu mencoba mencari malam al-qodar, khususnya di 10 hari terakhir. Muslimah yang baru menginjak usia ABG ini pernah merasakan sebuah malam yang sangat indah di 10 hari terakhir bulan ramadhan tahun kemarin. “Saya merasakan malam itu indaaaah sekali, tenaaaang, banyak bintang. Saya pun pergi ke masjid, berdoa sampai menangis,” ujar Salma. Ih, Gizone jadi merinding nich!

7.      Ciptakan Bi’ah (Lingkungan) yang Mendukung
Lingkungan juga sangat penting, Gizolista. Jika kamu tinggal di sebuah tempat yang nggak peduli sama ramadhan, pasti kamu akan bakal kesulitan. Bayangkan, jika kamu sedang kepanasan pas ramadhan, tiba-tiba ada orang yang dengan santai menjilati es krim di depan kamu. Atau, kamu lagi asyik shalat di malam ramadhan, tapi kamu diganggu oleh genjrang-genjreng gitar yang dimainkan oleh sekelompok pemuda yang sedang mabuk. Bete banget!
Tapi, jangan menggerutu terus.  Kita bisa kok, mencari lingkungan yang mendukung proses ibadah kita. Misalnya, di 10 hari terakhir, kita bisa i’tikaf di masjid yang nyaman. Atau jika kamu tinggal di indekos, kamu bisa mengajak teman-teman untuk saling berkontribusi menciptakan lingkungan yang asyik buat beribadah. Demikian juga kalau kalian tinggal di rumah yang kebetulan belum terlalu kental nuansa agamanya. Coba deh arahkan mereka untuk juga bergairah mencari pahala. Misalnya, kamu bilang ke si abang berambut gondrong yang senang mabuk, “Bang, kau ingin masuk surga nggak? Kalau pengin, mumpung di bulan ramadhan pintu ampunan Allah sedang dibuka lebar-lebar, yuk kurangi maksiat dan banyak ibadah!”
Wah, selain kamu bisa lebih tenang menjalankan ibadah, kamu juga berpahala karena telah mengarahkan orang ke jalan kebenaran.
Trus, kalau sudah berusaha dan tetap nggak bisa? Laa yukalifullahu nafsan illa wus’aha… Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Lagipula, Allah tuh menyuruh kita bertakwa, sesuai dengan kemampuan kita kok. “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…” (QS. at-Taghabun: 16). [AFRA].

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "7 Trik Sukses Ramadhan"

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!