"Setiap Hari Kamu Pegang Tikus!"

Pagi tadi, ada adegan kecil yang membikin saya tertawa lebar. Kepala yang cenut-cenut akibat flu, seakan sedikit terobati. Adegan itu adalah dialog antara kedua anak saya, Anis (7) dan Rama (5). Begini dialognya.
"Dik Rama, kamu tak sadar ya, kalau tiap hari kamu itu pegang tikus?" ujar Anis.
Rama yang sedang berada di depan komputer terlonjak. Anak usia 5 tahun ini memang sangat takut dengan yang namanya tikus.
"Mana? Mana tikusnya?" teriaknya dengan panik.
"Itu, di depanmu!" ujar Anis sambil tertawa.
"Mana?" mata bulat Rama berputar-putar.
"Itu, barusan kamu pegang!"
"Ini?" Rama menatap benda di tangannya. Lalu tawanya pecah. "Oh, mouse! Iya ya... mouse kan bahasa Inggrisnya tikus!"
Saya yang mendengar adegan itu, nyengir lebar, namun kemudian berpikir. Kenapa sih, yang wajib dipakai oleh para user komputer itu dinamakan mouse?
Dari wikipedia, saya mendapatkan informasi, bahwa disebut dengan nama 'mouse' karena juluran kabel yang menyambungkan antara mouse dengan komputer itu mirip dengan ekor tikus. Bentuknya pun, kalau dilihat sekilas, juga mirip tikus. Meskipun jika dianalisis lebih lanjut, bisa juga benda itu mirip dengan tupai (bajing) atau malah kodok (ini mah ter... la... lu).

Kabarnya sih, saya kutip juga dari Wikipedia, Douglas Engelbart mulai membuat alat ini tahun 1963. Hingga sekarang, makhluk bernama 'mouse' ini sangat akrab dengan para pengguna komputer. Meskipun ada berbagai kode di keyboard yang bisa digunakan, orang lebih senang memakai mouse daripada menggunakan kode tersebut. Saya pun seringnya begitu. Daripada menghapal Ctrl S, Ctrl P dsb, mending gerakan aja mouse, lalu klik di tempat tertentu. Beres! Hehe, ngapain rumit-rumit.

Tetapi, dalam kehidupan nyata, si tikus ternyata tidak sekeren mouse pointer. Superduper nyebelin! Koleksi buku kesayangan saya, sempat digerogoti si tikus, membuat suami saya akhirnya memutuskan untuk membeli almari buku yang tertutup kaca. Tak menyerah, botol plastik, tempat makanan plasti, tas... bahkan baju kesayangan suami--yang konon sudah dipakai sejak SMA--pun jadi objek keratan si binatang pengerat. Beberapa cara sudah dicoba. Misalnya membeli lem tikus. Hasilnya, percobaan pertama, lima ekor tikus berhasil kena jerat. Percobaan kedua, satu ekor tikus. Percobaan tiga, kaki saya sendiri yang kena! Olala, lengketnya luar biasa! ^_^

Si tikus benar-benar kreatif. Tutup dari lobang air pun berhasil dijebol; Dan saya menemukan alat penutup lobang yang belum terpikirkan solusinya oleh si tikus. Apa coba? Layah, alias batu hitam ceper tempat bikin sambal! Tahu rasa kau! Karena layah ditempat saya hanya satu, maka saya pun pakai batu bata!
Setelah semua lubang air tertutup, si tikus ternyata tetap tak mau kalah. Kini, ia masuk lewat celah-celah kaca yang memang kami biarkan terbuka untuk lobang angin. Kini, akhirnya kami memilih pasrah. Yang penting, usahakan seluruh sudut ruang bersih, tak ada kain berserakan, semua makanan letakkan di almari dan kulkas, jangan menyimpan sampah di rumah, lalu tutup rapat-rapat semua laci dan almari, serta tutup pintu kamar saat malam. Ya, meskipun tikus setiap malam bertandang, mereka harus kecelik karena tak mendapatkan apa-apa.

Saya yakin, tikus diciptakan untuk suatu sebab. Salah satu sebabnya, agar manusia terbiasa hidup bersih dan rapi. Nah, sedangkan mouse diciptakan untuk memudahkan para pengguna komputer bekerja. Hanya, yang masih saya pertanyakan, mengapa para pengguna komputer enggan menerjemahkan 'mouse' dengan tikus. Kenapa, hayooo?!

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to ""Setiap Hari Kamu Pegang Tikus!""

  1. Mbak Afra jadi penjagal tikus aja Mbak. hehe *kidding xD

    ReplyDelete
  2. jagal tikus? haha... kagak berani

    ReplyDelete
  3. tikus-tikus kelaparan mencari makan tuh mbakk
    he.he

    ReplyDelete
  4. Sekarang tikus sama kucing, gedean tikusnya :-D

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!