Siti vs Lady Gaga

Di pabrik sepatu tempat Siti bekerja, ada seorang buruh yang suka bergaya seperti seleb. Namanya Gandari. Memang sih, untuk ukuran seorang buruh, si Gandari ini cukup bening. Bodi tinggi langsing, ceking karena kabarnya kurang doyan makan. Kulitnya juga putih, apalagi ia merawatnya dengan mati-matian. Separuh lebih gajinya habis untuk membeli aneka produk kecantikan dan perawatan kulit. Meskipun dapatnya cuma produk murahan, paling tidak hal itu membuat tampilan Gandari ini lebih cling dibanding rekan-rekannya.
Nah, Gandari ini punya beberapa seleb favorit. Asli, semuanya sebenarnya penyanyi dangdut. Namun, suatu hari, bos memberi hadiah Gandari sekeping DVD. Gandari memang anak emas bos. Isinya lagu barat. Yang nyayi Lady Gaga. Singkat kata, akhirnya Gandari mengganti namanya jadi Lady Gaga. Ia juga mengganti penampilannya menjadi mirip artis bule itu. Rambutnya dicat jadi blonde, ia juga memakai jaket kulit, sepatu boot dan kacamata hitam saat berangkat kerja. Semua itu dibeli dari pasar loak.

Suatu hari, si Gandari ini berkoar-koar girang. "Horeeee, aku mau nonton konser Lady Gaga beneran!" Ujarnya sambil jingkrak-jingkrak.
Para buruh yang saat itu baru bubaran mau pulang, hanya bisa geleng-geleng dan bisik-bisik.
"Emang punya duit, si Gandari itu?" Celetuk Siti. "Kabarnya, biaya tiket masuk ke konser Lady Gaga sampai jutaan ...."
"Apa?" Wanti melotot. "Jutaan rupiah hanya untuk nonton orang nyanyi? Lhadalah, apa ya ada sih, yang mau nonton? Lha kemarin aku nonton dangdut di Sriwedari cuma bayar sepuluh ribu."
"Kamu ini kuper!" Kata Sumini. "Lady Gaga kok dibandingin sama penyanyi dangdut THR."
"Tapi, apa memang bener ada orang mau bayar jutaan hanya untuk nonton konser? Apa ya ada orang sekaya itu?" Pelotot Wanti.
"Banyaaaak, Wan," ujar Siti. "Sekarang ini, orang kaya meningkat jumlahnya. Kata Mbak Garsini, jika seluruh harta kekayaan semua orang Indonesia digabungkan, 80 persen kekayaan itu dimiliki oleh hanya 20 persen orang!"
"Oh, gitu ya? Tapi, apa mereka orang-orang kaya itu ndak kasihan sama kita-kita ini? Yang kerja keras banting tulang tiap hari. Masak biaya tiket nonton konser yg cuma 2 jam, lebih gede dari gaji kita sebulan?" Wanti memicingkan matanya.
"Ya beginilah kalau kita hidup di alam kapitalisme, Wan!" Ujar Siti. "Para bos mencekik kita, para buruh untuk kerja keras dengan upah rendah. Lalu kalau dapat untung, dipakai foya-foya bos dan keluarganya. Apalagi, kebijakan pemerintah saat ini juga lebih berpihak sama orang kaya. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin."
"Kabarnya, Gandari itu juga tiketnya dibayari bos," celetuk Sumini.
"Apa iya? Bos kita yang pelit itu?" Wanti melongo.
"Iya. Kabarnya, anak-anak bos kan pada ngotot untuk nonton konser. Padahal bos dan istrinya ada acara bisnis yang sangat penting. Sementara, pembantu di rumah mereka pada katrok semua, ndak berani ngantar anak bos ke jakarta. Akhirnya, Gandari yang ditugasi bos momong anak-anak...."
"Oalah, jadi Lady Gandari itu cuma momong...."
"Iya, tapi momongnya kan, ke konser Lady Gaga betulan."
* * *
Lady Gaga alias Gandari kian bergaya. Suatu hari, pabrik dibuat gempar, karena si Lady itu memakai pakaian ekstramini. "Ini pakaian terbaru gaya Lady Gaga," ujar Gandari. "Ini pakaian dengan cita rasa seni yang tinggi."
Siti yang kebetulan mendengar ocehan Gandari, langsung hendak muntah. Ia pun berlari menjauh.
"Bahaya!" Ujarnya, terengah-engah. "Bagaimana kalau anak-anak muda kita pada niru tingkahnya si Gaga."
"Memangnya ada apa?" Tanya Wanti.
"Itu, si Gandari pake baju ngepres dan bilang itu berseni tinggi."
"Seni? Halah. Katrok! Paling para lelaki pada jelalatan kesenengan ngelihat pakaian macam gitu."
"Kita harus hentikan semua ini!" Kata Siti emosi.
"Halah, Sit. Percuma. Wong bos juga suka kok."
"Kalau gitu, kita ikutan protes aja, biar konser Lady Gaga dibubarkan?"
"Wah, nanti kita malah dituduh teroris."
* * *
Lagi-lagi pabrik gempar. Pasalnya, si Gandari mendadak menangis meraung-raung. "Konser Lady Gaga dibatalkan. Gue gak terima!" Makinya.
Si Gandari ngamuk sejadi-jadinya. Ia baru berhenti ketika bos datang dan menghiburnya.
"Biar kamu ndak kecewa, ayo kita bikin konser Lady Gaga sendiri disini," kata bos.
"Disini bos? Lha, mana Lady Gaganya?"
"Ya kamu sendiri. Tuh kostumnya sudah siap. Kemarin anak-anak sudah borong kostum dan mereka juga kecewa berat karena Konser dibatalkan."
"Akyu? Jadi Lady Gaga?"
"Ya pura-pura, buat obat kecewa."
Panggung darurat didirikan. Sound system disiapkan. Para buruh, khususnya yang lelaki, merasa surprise karena ada hiburan mendadak di pabrik.
Lady Gaga pun naik ke panggung. Kostumnya benar-benar mirip. Ia pun meraih mikropon. Sejenak kemudian, suaranya yang cempreng mengalun.
"Mabuk lagi... Ah! Judi lagi...."
Para penonton melongo.

Subscribe to receive free email updates:

26 Responses to "Siti vs Lady Gaga"

  1. Subhanallah...kemasan cerita yang inspiratif dengan bahasa yg kocak, Bunda...

    izin share ke blog An, ya..
    Syukron..^^
    www.aniamaharani.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan dishare... tetap dicantumkan sumbernya ya? :-)

      Delete
    2. Of course, Bunda.. ^^
      Jazakillah, yaa..
      An juga punya cerita ttg fans Lady Gaga yg kecewa

      Delete
  2. ijin share ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan... dicantumkan sumber ya?

      Delete
  3. hihihiy, masa lady gaga nyanyinya dungdat, wew :D
    bagus ceritanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sbg sindiran, banyak yang bergaya Lady Gaga, tapi sebenarnya nggak ngerti apa yang dinyanyikannya. Ibarat terpaksa makan pizza untuk gaya-gayaan, padahal lidahnya terbiasa dengan serabi :-)

      Delete
  4. Meski nggak ikutan demo saya ikut bersyukur konsernya dibatalkan. Cerita kocak tapi tetap ada pelajarannya. Salam mbak Afra

    ReplyDelete
  5. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam. Sudah kunjungan balik, lho... tertarik juga outbond di Malang :-)

      Delete
  6. heheehe.. cerita yang menggelitik namun menjadi potret masyarakat kita saat ini.. bagaimana sebuah mode asing telah menjajah sebagian besar pemuda negeri ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya banyak yang nggak merasa tengah dijajah :-(

      Delete
  7. Bunda, bisa ane share di blog ane gak? mhn izin ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan, cantumin sumber ya? :-)

      Delete
  8. berbagi Kata Kata Motivasi
    Orang slalu bilang km perlu melakukan ini dan itu, tp km tahu yg terbaik ttg dirimu dan apa yg perlu km lakukan.

    Tulus dalam menggali potensi diri. Meniru hanya membuatmu menjadi orang lain, tak ada yg bisa dibanggakan. Jadi dirimu sendiri.

    Keikhlasan hati dan ketegasan sikap, akan menjadikan kamu lebih siap dan lebih berani dalam menyelesaikan setiap masalah.

    Apapun yang kamu rencanakan, apapun yang kamu ingin lakukan, awalilah dengan doa.

    Doaku hari ini: Tuhan, berikan aku keberanian, kesabaran dan keikhlasan untuk menghadapi sulitnya kehidupan. semoga bermanfaat dan di terima yah :D salam kenal

    ReplyDelete
  9. Lucu tapi tetep inspiratif dan mendidik. kadang heran udah di tolak, masih ada aja yang tetep dukung buat kedatangan lady gaga ke indonesia. (hati-hati generasi muda kita telah di jajah pola pikirnya oleh budaya barat). kalo gw si LADY GAGA NO... AZIS GAGA(P) YES...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kompleks sih masalahnya, ada yg bilang penolakan LG itu simbol dari demokrasi yg dicederai, ada yg bilang simbol bahwa negara telah diatur ormas tertentu (FPI), dll. Ada juga yang UUD, ujung2nya duit. Berapa tuh duit yg melayang krn gagalnya konser, apalagi LG kabarnya udah dpt bayaran.

      Bukan urusan kita. Yg jadi fokus, mari kita tentang siapa saja, yg mau merusak mentalitas remaja kita.

      Delete
  10. Hwehehe... lidah singkong nyicipin keju. Bikin prihatin yang ngeliat.


    Ida R

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ingat, sejak dulu, saya yg anak desa, tahunya keju itu makanan lezaaat gitu. Begitu sekali bertemu keju, rasanya semangat banget mau nyantap. Begitu dicicip, aneh banget rasanya. Sampai sekarang, aku belum bisa menikmati keju, lebih senang gethuk singkong wkkk...

      Delete
  11. Subhanallah mbak,,,

    Mbak, low blognya jenengan itu diakses dengan afifahafra.net itu kagak bisa, kudu pake www.afifahafra.net,,
    Disetting tuh mbak, biar netters gak kecewa,,, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gampang aja mbak..
      Coba masuk pada cPanel domainnya..
      Ini domain beli sendiri atau dibelikan orang lain?

      Pada cPanel domain, tambahi seting buat afifahafra.net dengan:
      1. Masukkan setingan yang sama pada A record seperti www.afifahafra.net
      2. Tapi ada juga yang gunain Cname record, buat setingan sama seperti www.afifahafra.net


      Itu semua tergantung pada cPanel domain masing" mbakk...

      Begitu..

      Coba cek disini!

      Delete
  12. bahasanya kerren banget.....thanks for sharing

    ReplyDelete
  13. hahahah ini sih lady gagal :)

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!