Aku Cemburu Padamu, Wahai Asma El-Beltagy

Aku cemburu padamu, wahai Asma...
Cemburu yang sangat
Semuda itu, kau telah persembahkan bakti tertinggi
Sementara aku, yang dua kali lipat usiamu
Masih berkeluh dalam bimbang
Masih berkubang dalam kesah
Tahu cita tegak menjulang, 
Namun tak tahu bagaimana menggapai

Aku cemburu padamu, wahai Asma
Semuda itu, kau telah buktikan cintamu
Pada yang Maha Tinggi
Kecintaan yang indah...
Tanpa banyak bicara dan retorika
Darah itu... yang mengucur dari tubuhmu
Tercium begitu wangi
Bak parfum yang tertumpah, basahi bumi
Kau tumbang dengan senyum terindahmu


Aku cemburu padamu, wahai Asma 
Kau telah perlihatkan derajatmu di mata-Nya
Sebagaimana Mush'ab Sang Syuhada
Atau Sumayyah, syahidah pertama 

Aku cemburu padamu, wahai Asma
Yang tak takut mati, 
Yang kibarkan keberanian sekaligus ketangguhan
Sementara tubuh ini dipekati pengecut
Takut akan terbangnya nikmat duniawi

Oh, Asma... tampaknya bukan hanya aku yang cemburu
Tetapi bidadari-bidadari Surga pun, benar-benar menatap iri
Karena aroma wangimu, sungguh sangat kuat memancar
Bahkan saat ruhmu memasuki sebaik-baik tempat kembali itu

Asma, izinkan aku mencintaimu
Karena aku menginginkan cinta dari Sang Maha Pecinta
Yang Memberimu lautan cinta-Nya
Jika di dunia ini kita tak bertemu
Semoga kita bersua di surga
Meskipun jalan panjang menuju kesana
Mungkin harus kulewati dengan tertatih dan penuh luka

*‎In Memorium Asma El-Beltagy

**Asma' binti Muhammed El-Beltagy, 17 tahun, adalah puteri dari Dr. Muhammed Beltagy, salah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin. Asma meninggal tertembak militer Mesir saat terjadi serangan pasukan keamanan dan militer Mesir di Rabaa, 14 Agustus 2013 kemarin.

Info tentang tentang Asma' El-Beltagy juga bisa Anda baca di sini http://www.bersamadakwah.com/2013/08/surat-cinta-sang-ayah-kepada-asmaa.html 

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Aku Cemburu Padamu, Wahai Asma El-Beltagy"

  1. ijin share yah :D ... saya juga pengangum perjuangan Ikhwan Muslimun Mesir.... Hasbunallal Wani`mal Wakil ...

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!