Kamu, Aku Dan Sekuntum Persahabatan

Untuk para sahabatku...

--Oleh Afifah Afra--

Kamu biru, aku ungu. Kau tak paksa aku biru, aku tak paksa kamu ungu. Kamu coba pahami ungu, aku coba pahami biru. Kamu mencintai ungu, tanpa menjadi ungu. Aku mencintai biru, tanpa menjadi biru.

Kamu kopi, aku susu. Kamu tak marahiku karena ku tak cecap kopimu. Aku tak cerewetimu tuk hisap manis susuku. Tetapi, kedua cangkir kita bersandingan. Menghias sebuah meja bertaplak ungu dan biru. Tatap mata kita berbagi rindu. 

Lalu, suatu saat kamu tuangkan sedikit kopimu di susuku. Lalu suatu saat, aku tuangkan sedikit susuku di kopimu. Kita cecap bersama. Dan tertawa bahagia. Selanjutnya, kau tetap kopi. Kopi yang sesekali mencecap susu. Selanjutnya, aku tetap susu. Susu yang sesekali menyeduh kopi.

Kamu punya hati yang lain, kupunya hati yang lain. Tapi kita sisakan ruang di hati. Kamu taruh hatiku di hatimu, aku taruh hatimu di hatiku. Kita saling membagi ruang hati, tanpa menyingkirkan hati-hati lain yang telah bertengger di dada kita. Kita tetap membuka ruang untuk hati yang lain. Tanpa saling cemburu.

Kamu bahagia tatkala aku bahagia dengan belahan hatiku yang lain. Aku bahagia ketika kau bahagia bersama belahan hatimu yang lain. Tetapi hati kita selalu bertemu, dan berpadu. Menyatu.
Aku, kau, dan sekuntum persahabatan…

(Dalam dekapan iman, kelak kita akan duduk di atas mimbar yang terbuat dari cahaya)

Subscribe to receive free email updates:

11 Responses to "Kamu, Aku Dan Sekuntum Persahabatan"

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!