Apa Itu Golden Age?

Ketika saya memposting artikel Awas, Kesalahan Konsep di Usia 'Golden Age'! ada beberapa teman yang ingin memahami lebih jelas, apa sih yang dimaksud dengan usia Golden Age? Hm, saya sih sebenarnya tahu, sebagian dari teman-teman itu sudah paham sekali. Malah mungkin lebih pintar ketimbang saya. Jadi, ceritanya cuma mau ngetes saya saja, gitu xixixi.

Tetapi, karena memang mungkin ada yang belum tahu, dan nyata-nyatanya, saya juga sering melihat para ibu seperti menyia-nyiakan begitu saja periode emas ini terlewat dari putra-putrinya, maka saya pun mencoba mengobrak-abrik koleksi artikel saya. Nah, ketemu deh, artikel ini. Selamat membaca!

Kapan Anak Mengalami Golden Age?

Usia emas, sering dialamatkan pada keadaan di mana otak seorang manusia tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat, yaitu usia 0-3 tahun. Kita semua tahu, apa fungsi otak bagi tubuh manusia bukan? Apakah anda bisa membayangkan, bagaimana jika seseorang tidak memiliki otak? Ya, otak berfungsi untuk mengkoordinasi seluruh fungsi tubuh sehingga bisa berjalan dengan baik. Otak adalah pusat kecerdasan, karena di dalamnya kita menyimpan segala memori. Otak orang dewasa berbobot sekitar 1,5 kg. Di dalamnya terdapat sekitar 10 hingga 15 milyar sel saraf yang mampu membuat 10800 jalur! Kesimpangsiuran jalan-jalan di kota Jakarta bukan apa-apanya dibanding  yang bisa ditemui di otak.

Saking dahsyatnya kemampuan otak tersebut,  Richard Restak M.D, seorang ilmuwan, mengatakan bahwa otak manusia dapat menyimpan informasi yang lebih banyak daripada seluruh perpustakaan di dunia.[1] Pun jika seluruh sambungan telepon di dunia dikumpulkan, ternyata masih kalah dibanding dengan otak. Dengan demikian, sesungguhnya, manusia itu bisa menjadi sangat cerdas ... kecerdasan yang barangkali tidak akan terbayangkan sebelumnya.

Coba anda pikirkan! Pada tahun 1944, ketika perusahaan komputer IBM membuat komputer pertama di dunia, yakni Harvard Mark I, beratnya mencapai 5 ton dan terbuat dari kabel sepanjang 500 KM. Anda tahu berapa ukuran komputer tersebut? 2,4 x 15,3 meter persegi. Hampir separuh lapangan badminton! Bahkan Taufik Hidayat pun bisa berlatih mensmesh bulu angsa di atasnya. Namun 'hebatnya', dengan ukuran sebesar itu, ternyata si komputer hanya mampu menyimpan 72 angka. Bandingkan dengan yang terjadi sekarang! Di zaman kiwari ini, para pakar teknologi informasi berhasil menciptakan komputer yang bisa dijinjing kesana kemari dengan satu tangan, berupa laptop, yang ukurannya jauh lebih kecil, namun bisa menyimpan hingga belasan milyar angka pada hard-discnya. Telah terjadi pelipatgandaan kecepatan hingga ratusan juta kali pada teknologi itu. Dan inilah perubahan yang sangat drastis pada perkembangan otak manusia![2]

Apakah anda pernah membayangkan, seperti iklan sebuah susu, bahwa orang yang berhasil menemukan teknologi sehebat itu... adalah buah hati anda? Satu abad silam, orang pun mungkin tidak pernah membayangkan, jika jarak antara Jakarta dengan Surakarta, ternyata hanya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Coba bandingkan dengan kisah penyerbuan pasukan Sultan Agung ke Batavia yang hanya menunggang kuda dan memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu! Pesawat terbang yang dulu tak terbayangkan oleh otak manusia—kecuali hanya dalam cerita-cerita fiksi, kini telah menjadi sarana transportasi yang umum dan relatif terjangkau. Apakah anda pernah membayangkan, masih meniru sebuah iklan susu, jika salah seorang insinyur yang terlibat dalam penciptaan pesawat jet supercanggih itu—atau bahkan pesawat luar angkasa yang mampu membawa manusia terbang ke planet lain—adalah anak anda?!

Tak usah hanya membayangkan, karena anda sebenarnya bisa mengikhtiarkan agar anak anda memiliki level kecerdasan yang mengagumkan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan kepekaan otak anak pada masa golden age seoptimal mungkin.

Anda perlu tahu, bahwa sejak pembuahan hingga usia 5 bulan saat kehamilan, sel otak terus diproduksi. Nah, pada usia 5 bulan kehamilan tersebut, banyaknya sel otak seorang manusia telah ditentukan. Setelah itu, tak ada lagi sel otak yang dibuat! Kemudian, pada usia 20 minggu kehamilan hingga bayi lahir dan mencapai usia 2 tahun, sel-sel otak mengalami proses isolasi (mielinisasi) yang berlangsung sangat pesat, untuk kemudian melambat dan sempurna pada usia 4 tahun. 

Selanjutnya, lewat usia 4 tahun hingga menjelang dewasa, proses yang terjadi pada sel-sel otak lebih banyak berupa proses pembentukan sinaps (hubungan antara satu sel otak dengan sel otak lain), yang juga terkait dengan proses kecerdasan. Kita akan bahas tentang mekanisme ini di lain kesempatan, ya....

Mielinisasi Sel-Sel Otak

Apa itu mielinisasi? Dalam buku How To Have A Smarter Baby, Dr. Sarah Ludington-Hoe dan Susan K. Golant membuat sebuah ilustrasi yang menarik, dengan menyamakan antara sel-sel otak tersebut dengan kabel listrik. Seberapa besar rasa frustasi para tukang listrik jika kabel-kabel listrik yang jumlahnya milyaran tersebut tidak dibungkus oleh isolator? Apa yang akan terjadi dengan kabel-kabel tersebut? Konsleting, tentu saja!

Ya, sel otak yang terdiri dari akson, badan sel dan dendrit itu memang diisolasi dengan semacam pembungkus yang disebut dengan myelin. Coba lihat gambar ini!


Selubung Myelin, diambil dari www.nnnews.org
Proses pembentukan mielin disebut dengan mielinisasi. Keberadaan myelin sheath (selubung mielin) tersebut, menyebabkan pancaran pesan pada sel-sel tersebut berlangsung segera dan efesien. Adanya selubung mielin memungkinkan adanya koordinasi dan pergerakan otot dengan cepat. Jika mielinisasi berlangsung sempurna, maka seseorang akan bisa berpikir lebih cepat, tidak 'lola' alias loading lama alias tulalit, alias oon. Dan, kita semua tahu, ya... bahwa berpikir cepat adalah salah satu bentuk kecerdasan.

Selain mengalami mielinisasi, sel-sel otak pada masa itu juga tumbuh cepat. Ukuran dan kompleksitasnya berubah. Dendrit terbentuk, membentuk percabangan di sana-sini, badan sel membesar, dan akson pun bertambah panjang. Percabangan sel otak, yang kemudian bersatu dengan sel otak lain  membentuk sinapsis. Adanya sinapsis ini memungkinkan sel otak (neuron) yang satu melewatkan sinyal listrik ke sel otak lain. Jadi, semakin banyak sinapsis yang terbentuk, seseorang juga akan semakin cerdas.

Pada usia 8 bulan kehamilan hingga kelahiran, berat otak bayi naik 2 kali lipat, dan mencapai 25% otak orang dewasa. Kondisi tersebut secara drastis terus berkembang, hingga pada usia 6 bulan, si bayi ternyata telah memiliki 50% otak orang dewasa. Usia 1 tahun, kapasitas otak telah mencapai 70% otak dewasa, dan pada usia 3 tahun, kapasitasnya telah mencapai 90% kapasitas maksimumnya. Inilah masa-masa yang disebut dengan nama golden age, usia emas. Pada masa ini, otak sangat peka dengan apa-apa yang terjadi di sekitarnya, sehingga baik rangsang negatif maupun positif, akan memberi andil yang sangat signifikan terhadap ‘cetakan’ yang di hasilkan.

Jadi, anda jangan heran, jika melihat ada anak usia 3 tahun, ternyata telah memiliki pemikiran yang mengalahkan orang dewasa, atau bisa menghafal sekian juz Al-Quran. Justru mulai mengajarkan anak sesuatu dari usia dini, sangatlah tepat, karena otak masih sangat peka terhadap stimulasi dari lingkungannya.

Tabel 1. Perkembangan Otak Manusia Pada Periode Emas

Usia
Kapasitas Otak
Saat lahir
25% otak dewasa
6 bulan
50% otak dewasa
1 tahun
70% otak dewasa
3 tahun
90% otak dewasa





[1] Wycoff, 2005 hal. 30
[2] Kompas, Minggu 13 Agustus 2006 hal. 18

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu Golden Age?"

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!