Keputusan Karakoush

Saat kecil dulu, usia SD, saya pernah membaca buku "Ikut Sang Surya Keliling Dunia." Itu salah satu buku favorit saya. Isinya kumpulan dongeng dari berbagai belahan dunia. Salah satu yang hingga kini saya ingat, adalah dongeng dari Mesir: Keputusan Karakoush. Alkisah, Karakoush adalah seorang hakim yang sangat berkuasa di Mesir saat itu.

Suatu hari, seorang maling yang hendak memasuki sebuah rumah untuk mencuri, tergelincir dan terjatuh dari jendela hingga patah tulang. Tertatih-tatih si maling mendatangi dan  mengadu pada hakim kota, Karakoush. "Saya hendak mengadu kepada Anda. Pemilik rumah itu telah berbuat zalim kepadaku. Lihatlah, kaki ini patah!"
Karakoush dengan geram berteriak kepada anak buahnya. "Panggil pemilik rumah itu kesini!" 
Selang beberapa waktu, si pemilik rumah pun datang. Karakoush berteriak. "Kau telah bersalah, kau zalim, karena membuat jendela yang tidak kuat, sehingga orang ini terjatuh saat memanjat. Karena kesalahanmu itu, kau harus dipenjara!"
Si pemilik rumah, dengan menggigil ketakutan berkata. "Tuan Hakim, yang membuat jendela itu bukan saya, tetapi tukang kayu. Saya menggaji tukang itu dengan gaji besar agar dia bisa membuat jendela yang bagus, jadi, dia yang harus bertanggungjawab."
Karakoush mengangguk. "Baiklah, kalau begitu, kau kubebaskan. Sekarang, panggil si tukang kayu!"
Tukang kayu, yang sudah tahu betul karakter Karakoush yang memang sudah tersohor itu, langsung berkilah membela diri. "Tuan Hakim, sebenarnya saya sudah membuat jendela yang bagus dan kuat. Tetapi saat memaku jendela, seorang gadis cantik berbaju merah lewat,dan itu membuat saya tidak bisa berkonsentrasi. Gadis itu yang bersalah, bukan saya."
"Kalau begitu, panggil gadis itu, dia yang harus bertanggung jawab dan dipenjara!"
Si gadis datang dengan tenang.  Dia berkata lembut. "Tuan Hakim, ini semua bukan salah saya. Kecantikan ini dari Tuhan. Tetapi Anda tak bisa menghukum Tuhan. Jika ada yang bisa Anda hukum, dia adalah penjual kain merah yang saya pakai saat itu. Bukankah karena saya memakai kain merah, maka tukang kayu itu tidak bisa berkonsentrasi memaku jendela?"
"Seret penjual kain itu ke penjara!"
Seperti yang lain, si penjual kain berkilah, bahwa dia hanya mendapatkan kain dari si tukang celup. Karakoush pun memanggil si tukang celup. Berbeda dengan teman-temannya, si tukang celup tak pandai berdalih. Dia pun menurut saja ketika diseret ke penjara. Akan tetapi, ada masalah besar, karena si tukang celup itu ternyata sangat jangkung, sehingga penjara tak cukup untuknya.
"Kalau begitu, cari tukang celup yang lain, yang tubuhnya lebih pendek!"
Akhirnya, seorang tukang celup bertubuh pendek pun di penjara hari itu. Karakoush bangga, merasa telah menjadi seorang hakim yang baik.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Keputusan Karakoush"

  1. Hehe. Lucu banget Tuan Karakoush ... Itu buku dongengnya masih ada apa enggak, ya? Yang Ikut Sang Surya Mengelilingi Dunia, Mbak Afra?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sudah hilang entah kemana. Itu buku pas saya masih SD, saya lulus SD saja tahun 1991.
      Padahal isinya bagus-bagus lho...

      Delete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!