10 Cerita Humor Ramadhan!

Apa kabar, Sobat? Bagaimana lebaran kalian semua? Seru, kan? Ada pengalaman menarik, share dong! Sesuai janji saya, pada 25 Juli 2015 saya akan mengumumkan 10 pemenang “Kuis Humor Ramadhan.” Sedikit mengubah aturan main, saya cantumkan terlebih dahulu 10 finalis di bawah ini. Selain 10 finalis ini, sebenarnya ada beberapa cerita yang gokil, tetapi… tidak memenuhi persyaratan, yaitu kepanjangan. Padahal, syarat dari kuis ini maksimal 1000 karakter. Maka, dengan sangat menyesal, saya terpaksa tidak memasukkan mereka ke dalam daftar finalis.
Tenang… 10 finalis ini sudah pasti akan dapat hadiah. Tetapi, saya ingin pembaca sekalian memilih, mana dari 10 cerita ini yang paling gokil. Dua cerita tergokil pilihan pembaca akan mendapatkan hadiah tambahan. Yuk, silakan pilih cerita yang paling menarik menurut Anda berikut sedikit ulasan Anda di kolom komentar.
Contoh: Cerita 05, benar-bener bikin saya ketawa ngakak sampai lupa mandi!
Tersedia 2 hadiah paket buku untuk 2 komentator terpilih! Saya tunggu maksimal seminggu setelah penayangan tulisan ini, yaitu Sabtu, 2 Agustus 2015.

CERITA 1: AMNESIA
Oleh Agus Shahafi Nashshar

Sepulang main futsal, di tengah jalan, gloprakkk, hapeku jatuh dari saku celanaku yang dangkal. Aku menepikan kendaraan.
Apakah aku khawatir? Tidak!
Dua buah motor melaju ke arah hapeku. Sementara hapeku masih tergeletak di atas aspal. Di malam yang sepekat ini tentunya mereka takkan bisa membedakannya dengan aspal.
Apakah aku khawatir? Tidak juga!
Kedua motor tadi lewat, tanpa bannya menyentuh sedikitpun hapeku. Setelah memastikan jalanan sepi, aku mengambil hapeku. Kulihat ada goresan kecil di sudut atasnya dengan rempahan aspal yang melekat.
Apakah aku khawatir? Tidak sama sekali!
Aku membersihkan hapeku. Kutekan sembarang tombol. Ternyata hapeku tidak menyala.
Apakah aku khawatir? Tetap tidak!
Kutekan tombol power. Hape menyala. Kutekan tombol ke menu kontak, tempat ratusan nomor ponsel tersimpan. Namun, layar hapeku tidak menunjukkan satupun nomor.
Apakah aku khawatir? Ya, Aku mulai khawatir!
Lalu, aku ulangi langkah tadi tapi, hasilnya tetap sama.
Apakah aku khawatir? Ya, Aku khawatir.
Khawatir saja atau khawatir banget?
Khawatir banget.
Memangnya apa yang aku khawatirkan?
Aku khawatir, jangan-jangan hapeku telah hilang ingatan.

Cerita 2: Suara yang Aku Suka
Oleh Kayla Mubara

Tiga orang pemuda sedang duduk-duduk di dekat irigasi. Mereka sedang ngabuburit sambil menikmati suara gemericik air irigasi. Dua dari pemuda itu tampak bangga mengungkapkan suara apa yang paling mereka suka.
Pemuda 1 : "Aku memang sangat menyukai suara air mengalir, dan air yang jatuh ... cepluk ... cepluk." Senyumnya mengembang. Dia melihat teman di sebelah kirinya, seolah bertanya apa suara yang disukai.
Pemuda 2 : "Aku sih suka suara air, tapi air terjun. Aku juga suka suara angin yang agak kenceng, jadi berasa lagi main film."
Kedua pemuda itu terus bicara, pemuda ketiga hanya diam.
Pemuda 1 & 2 : "Kalau kamu? Suka suara apa? Kita juga pengen tahu."
Pemuda 3 : "Aku paling suka suara Adzan Magrib. Laper banget nih."
Pemuda 1 & 2 saling pandang. Mereka setuju dalam hati dengan apa yang diucapkan kawannya.

Cerita 3: Tidak Biasa
Kayla Mubara

Dua pendatang baru dari luar daerah sedang menikmati menu buka puasa spesial di Yogyakarta--Gudeg. Satu terlihat menikmati dengan ekspresi berganti-ganti. Di tempat kelahirannya, lidah telah terbiasa dengan menu pedas gurih. Sedangkan kali ini, menurutnya makanan baru yang mereka santap berbeda.
"Eh, Gun, daging ayamnya ... enak. Manis-manis ... enak deh."
Seorang yang dipanggil Gun hanya mengangguk. Dia sibuk dengan menu pesanan sendiri--membelah telur dengan sendok, lalu menyisihkannya di tepi piring.
Melihat temannya membiarkan saja telur kesukaan utuh.
"Kenapa dengan telurnya? Biasanya kamu enggak menyisakan bagian putih telur, sekarang kok masih menggelondong begitu?"
"Mana ada putih telurnya, Din," jawab si Gun dengan lesu.
"Ini-nih. Ini kalau bukan putih telur, emangnya ayam goreng?" jawab si Din.
"Apa ini putih telur? Bukan telur cokelat?"
Din : ?

Cerita 4: Hush… Hush, Diam!
Oleh Afin Yulia

Tarawih dari jaman ke jaman memang selalu memberi kesan. Ada saja kejadian yang membuat saya terkenang. Seperti hari itu ketika kikik tawa bocah-bocah kecil membuat seisi langgar kesal. Sebenarnya mereka sudah diingatkan. Dasar anak-anak, begitu orangnya balik badan mereka ribut lagi. Hadeuh...
Satu waktu, seorang jamaah sepuh tidak tahan. Beliau bolak-balik menoleh ke arah bocah-bocah bandel itu sambil ber-sst ria. Karena tak digubris, kejengkelannya memuncak. Ditengah-tengah sholat, ia berbalik dan menegur keras ,”Hush, hush...diam! Jangan berisik! Ganggu orang sholat saja!”
Mendengar itu beberapa orang nampak tidak tahan, mereka melipir sambil cekikikan. Lainnya mencoba bertahan. Beberapa detik setelah salam...grr! Seluruh jamaah perempuan terpingkal-pingkal.
Simbah keheranan, kenapa semua orang terpingkal-pingkal. Ia tidak sadar kelakuannya tadi justru mengganggu kekhusyukan. Gimana enggak? Sudah menegur orang dengan volume pol-polan, eh setelah itu ia sholat kembali seperti semula. Seolah tidak ada apa-apa.
 “Aih Simbah, sampun batal Mbah sholatipun (red. Simbah sholatnya sudah batal) hahaha...” batin saya.

Cerita 5: Belajar shaum
Oleh Ernawati Lilys

Tragedi sahur tadi pagi membuat Rama dan Idhan tidak bernafsu makan sahur. Mereka memilih tertidur kembali karena dikuasai ngantuk yang amat sangat.
“Lho, makan sahur yang banyak sebelum imsak.” Ibu Lily mengingatkan.
“Ngantuk, Bu. Nggak kuat ngunyah.” Jawab Idhan apaadanya.
“Nanti puasa lemas kalau kurang makan.” Kembali ibu khawatir.
“Nggak Bu, kata Pak Ustadz tidak ada manusia yang mati karena puasa.” Jawab Rama yakin.
Ibu Lily akhirnya mempercayai kedua putranya, yang belajar menjalankan ibadah puasa seharian dan juga bangga ada banyak ilmu yang didapat oleh kedua putranya yang sudah besar.
“Ingatnya buka puasanya setelah…” suara ibu terpotong.
“Setelah adzan, Bu.” Jawab Rama dan Idhan secara kompak. Membuat ibu Lily merasa yakin anaknya sudah tahu hukum berpuasa dan ilmu-ilmunya. Ibu Lily membiarkan anaknya tidur terlelap.
Adzan berkumandang, Rama dan Idhan langsung menyerbu makanan. Sedang lahap menyantap, ibu datang dengan muka pucat.
“Sudah adzan Bu, waktunya buka puasa.” Senyum lebarRama dan Idhan
“Tapi kan ini baru adzan subuh, Nak.” Suara ibu serak menghilang.

Cerita 6: Kebelet
Eka Nur Apiyah

Ini kisah Jojo anak SD yang mulai belajar puasa. Mendengar Ramadhan hampir tiba hati Jojo berloncatan gembira, mirip cacing kepanasan!
Jojo latihan niat puasa berkali-kali agar tak keliru dengan niat wudhu soalnya sama-sama nawaitu. Dia juga tak lupa pasang alarm untuk sahur, tiap 10 menit sekali bunyi biar gak bablas.
Singkat cerita Jojo berangkat pesantren kilat di sekolah, hatinya gembira mirip anak gembala. Dia bangga bisa puasa. Hore..hore…teriaknya. Pulang pesantren kilat Jojo terlelap maklum dari pertama berangkat pesantren kilat hati Jojo selalu berloncatan jadi ya capek! Pukul 04.15 Jojo terbangun lalu berlari ke dapur dan makan dengan lahap tak lupa baca nawaitu. Alhamdulillah akhirnya gak telat sahur, pikir Jojo. Melihat Jojo makan dengan lahap si ibu terbelalak, “Katanya mau puasa sehari lha kok jam segini kebelet buka? Maghribnya bentar lagi lho Jo.”
Jojo langsung kaget, lalu muntah dan cacingpun keluar berloncatan gak tau tuh cacing sedih atau gembira.

Cerita 7: Khatam Al Quran
Oleh Fathul Khair Khan (‏@kay_fat) 

Disiang hari, ketikan ramadhan telah memasuki hari ke dua puluh lima. terlihat dua orang anak yang sedang asyik memegang mushaf qur'annya.
Ahmad : Duhh! Ramadhan sudah hampir berlalu nihh, Du l:(
Abdul  : Yahh iyaalah, masa' mau tinggal teruss sih, Ahmadd!
Ahmad: Maksudnya, aku belum khatam nihh, padahal masih di juz 20
Abdul  : hehehe makanya Mad, yang rajin dong baca qur'annya, seperti aku nih!
Ahmad : Wah hebatt kamu Dul, memangnya sudah khatam yah?
Abdul  : Iya dongg! (sambil tersenyum kecut)
Ahmad : Memangnya sudah berapa kali tamatnya?
Abdul  : Berkali-kali dong
Ahmad  : Wahh hebatt hebatt, bagi dong rahasianya Dul!
Abdul  : Tinggal baca aja surah al ikhlas 3x Mad, pasti sudah khatam
Ahmad : Kok gitu sihh?
Abdul  : Kan kata ustad Juki, al Ikhlas sama dengan sepertiga alqur'an! iya kan? heheheh
Ahmad: --_--

Cerita 8: Skandal Sandal
Oleh Senja Rin

"Sandalmu ilang lagi, Put?" tanya Ina.
"Iya. Padahal sudah pakai sandal paling jelek. Kok masih ada aja yang mau!"
Ina tertawa. "Mungkin malingnya suka sama kamu."
Ini bukan hanya perkara sandal hilang. Ina tidak tahu betapa tidak enaknya jalan kaki pulang tarawih tanpa sandal. Orang rumah, terutama ibu pasti ngomel lagi. Meributkan harga sandal yang tidak lebih dari duapuluh ribu itu.
"Gembok aja sandalmu, Put," pinta ibu jengkel. Adikku dengan iseng menyorongkan sebuah gembok ke arahku.
"Ih, Puput gak mau. Biar aja kalau malingnya suka. Puput bisa beli lagi."
Besoknya aku pergi shalat tarawih menggunakan sandal paling bagus yang sudah kuberi tanda besar sekali di sana. Biar saja semua orang mengataiku aneh. Ini demi pulang pakai sandal.
KALAU MAU SANDAL INI, IZIN DULU! NANTI AKU KASIH, KOK!
Selesai shalat tarawih, aku kaget dengan pesan balik dari maling sandalnya.
SAYA IZIN AMBIL SANDALNYA. TERIMA KASIH. OH YA, BISA REQUEST MEREK SANDALNYA YANG BAGUSAN LAGI, YA. KULIT BUAYA KALAU BISA.
"Kulit buaya gundulmu!!!"

Cerita 9: Salah Tarik
Oleh @hamdanul

Berbuat baik di bulan Ramadhan menjadi momen yang baik untuk menambah tabungan akhirat. Biasanya kumanfaatkan untuk membantu ibu. Kali ini ibu mengajakku berbelanja. Lebih tepatnya membawakan belanjaan ibu.
Sedari jam sembilan pagi sampai jam satu siang ibu masih saja pindah-pindah dari toko satu ke toko lainnya. Ramainya pengunjung mall membuat kepalaku pusing. Apalagi sudah waktunya sholat. Tanpa pikir panjang kutarik saja tas ibu. Belanja boleh yang penting sholat jangan sampai lupa gumamku di hati. Tapi seolah-olah ibu tidak mau aku ajak ke mushalla untuk sholat barang sebentar. Segera saja kubalikkan badan dan …
“Copeeeettt…!” Teriak seorang wanita tepat di belakangku.
Ternyata, perempuan yang kutarik tasnya bukan ibuku…
Alamakkkkkk…

Cerita 10: Hormati Orang Yang Berpuasa!
Oleh Baslan Syahputra

Tiba-tiba, seorang pemuda kekar menghampiri rumah makan dengan marah.
Ucup   : "Saya mau ketemu dengan pemilik rumah makan ini. Siapa pemiliknya?" bentaknya.
Pemilik: "Sa...saya, Pak. Ada apa ya, Pak ?" Gemetaran.
Ucup   :  (Sambil mukul meja) “Bapak ini gimana sih ! Ini kan bulan puasa. Kalau jualan tutup dong pake tirai! Hormati dong orang yang lagi puasa !" Bentaknya.
Pemilik: "Ba...baik, Pak." (Beberapa saat kemudian, pemilik pun memasang tirai penutup)
Ucup   :   "Nah, gitu dong, menghormati orang yang berpuasa. Pesan es jeruknya satu !"

Keterangan:
Gambar diambil dari sini

Subscribe to receive free email updates:

41 Responses to "10 Cerita Humor Ramadhan!"

  1. CERITA 08 keren baget, gokil abis deh pokoknya , Sandalnya bikin ngakak hahaha... Supaya sandalnya gk dicuri, kasih aja tulisan "MILIK POLISI" pasti gk dicuri hihihi

    ReplyDelete
  2. Yang paling lucu menurut saya cerita ke 10, kirain mau ngapain ternyata mau pesan es jeruk haha gokil habis :D

    Selamat ya untuk para finalis

    Maaf lahir batin mbak afifah :)

    ReplyDelete
  3. Yg kocak no 10 ama no 1. tp 10 lebih ngacol. Koplak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh sama dgn neng Wawat, aku jg suka no 1 dan 10. Hehe

      Delete
  4. No 10 paling absurd! Bikin jumpalitan emosi. Awalnya tegang, langsung dibanting sama es jeruk! Great! Selamat. Anda berhasil bikin saya ngakak sambil minum es jeruk!

    ReplyDelete
  5. Cerita 4 benar2 menuliskan kelucuan yang nyata karena selalu saja ada perseteruan antara sesepuh dengan anak2 kecil di masjid, namun tanpa keduanya masjid rasanya sepi. Masjid memang benar adalah rumah yg menyatukan, dari generasi ke generasi.

    ReplyDelete
  6. Sebelum milih, mohon maaf lahir dan batin ya mbak. Cerita yang oke, no 1 sama 10. Tapi kalau diminta milih lagi, pilih 10 selain ada kaitan dengan lomba ( puasa ), kaget juga saat Ucup ucup meminta tirai warung ditutup eh, ternyata modus dia mau pesen minuman

    ReplyDelete
  7. Yang kocak itu nomor 10. Modus banget dengan segala kemarahan dan sok menghormati puasa. Padahal lol, dia malah pesen minuman sendiri. Tutup tirai mah asalan buat melindungi dia sendiri hehh. Baca ini ketawa sampai sakit perut.

    ReplyDelete
  8. Cerita 9 paling ngenes. Niat mulia mengajak shalat dapat balasan dituduh copet wkwk.

    ReplyDelete
  9. Yang bikin saya ketawa spontan itu cerita no. 9. Ga kebayang kalo saya yang jadi tokoh "Aku". Pasti panik pisan bwahaha!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, dikunjungi Mbak Haya yang keren...
      Makasih ya sudah komen ^_^

      Delete
  10. Eka Mega Cynthia25 July 2015 at 20:41

    Cerita 10, twistnya menohok sampai ulu :v bikin terbahak, konyol. Awalnya bingung, menebak-nebak, mau dibawa kemana jalan ceritanya. Dan taadaaa hahaha sumpah geli banget kalau dibayangin. Kamuuu ROCK N ROLL broo (y).

    ReplyDelete
  11. Nomer sepuluh yang pas dengan temanya dan alurnya yang unpredictable.. Antara klimaks dan anti klimaksnya yang jadi inti humornya.

    ReplyDelete
  12. Cerita No 8 ,, ini bener bener keterlaluan dah cerita nya sukses bikin saya Ngakak polll bangettt kram mulut saya susah digerakkin gara-gara baca cerita No 8.... juaraaaa lucu nya

    ReplyDelete
  13. Nomer 10 yang paling bikin haha-hihi. Si bapak pemilik warung pasti udah deg-degan aja tuh waktu ada pemuda kekar yang belum apa-apa udah main gebrak meja. Eh ternyataaa... Haha. Hihi.

    ReplyDelete
  14. Ceritanya bagus-bagus, Mbak... saya pilih nomor 8 dan 9.
    Nomor 10 lucu banget, tapi saya nggak yakin orisinilitasnya... coba mbak Afra buka link ini http://www.ketawa.com/2012/08/8038-warung-makan-warteg-buka-waktu-puasa.html
    Atau... mungkin yang nulis cerita nomor 10 dan yang di link tersebut sama?
    Mohon klarifikasi :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam santun :-)
      Saya akan klarifikasi tentang hal itu. Awalnya saya pun kaget karena ada kemiripan dalam cerita saya. Saya menulis cerita itu ya mengalir-ngalir saja seraya berimajinasi. Maaf, mungkin saya kurang membaca sehingga terjadi hal seperti ini. Lain kali saya akan lebih berhati-hati dalam membuat cerita. Thanks kepada salah satu finalis, Mbak Kayla Mubara karena sudah mengingatkan saya tentang hal ini. Sekali lagi maaf. Dan kalaupun cerita saya gugur atau tidak terpilih karena masalah ini, ya ga apa-apa, ga menjadi masalah bagi saya, yang penting dari sini saya bisa belajar.
      Thanks You SoMay :-D haha
      Salam literasi.

      Delete
    2. Terimakasih atas konfirmasinya, Mas Baslan Syahputra. Nanti akan saya coba diskusikan perihal masalah ini. Meski ini hanya lomba "kecil2an", kita belajar menjunjung tinggi sportivitas. Dan Mas Baslan sudah memberikan klarifikasi di sini.

      Terimakasih juga buat mbak Laily Fathan atas masukannya...

      Delete
  15. Suka no 10,
    Bikin senyum-senyum sendiri ngebayangin Bapaknya. Malah ngebayangin kalau aku yang jualan (Wow banget deg-degnya). Sampai ilang ngantukku, baca ulang. T O P banget. Mas Baslan Saputra, Anda cocok jadi pemenang ... two tumb!

    ReplyDelete
  16. Suka no 5 (khas banget sifat anak-anak yg suka ngeles, hihi) dan no 9 (sederhana tapi ngena) :D

    ReplyDelete
  17. Yang membuat saya senyum-senyum tawa saat membacanya adalah cerita nomer 9. Alamak! Gak kebayang kalau saya yang jadi tokohnya. Pasti malu pake banget, hahaha. Selain itu, cerita ini juga berhikmah. 'Tawaf' di pasar menjelang akhir Ramadhan seolah menjadi agenda wajib, sampai melalaikan ibadah wajib. Cerita hikmah dikemas humor! Jempol deh :)

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah masuk 10 besar. nama saya Fathul Khair yang menulis cerita Khatam Al-qur'an yang di nmr 7 Mbak Afifah. Afwan saya lupa nulis identitas waktu kemrin... Makasih mbak:0

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar tidak terdetek sebagai anonymous, pilih saja NAME/URL ... nama diisi, URL bisa dikosongi. Salam :-)

      Delete
  19. Saya suka yg no 7, mbak. Khas anak2 banget.
    Ternyata mendengar kata2 ustadnya klo membaca al ikhlas sama seperti membaca sepertiga Al Quran :)

    ReplyDelete
  20. Sponsor boleh ikut milih? Kalau boleh, pilih nomor 9. Ceritanya lucu banget, bikin kepingkel-pingkel :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh milih tapi nggak masuk itungan buat dapetin hadiah ya?!!!!
      * ngelesss***
      jadi saya
      Mohon Maaf Lahir batin kalo gitu 0_o

      Delete
    2. Iya, bener banget... boleh ikutan tapi nggak bakal dapat hadiah :-D

      Delete
  21. Bukannya ikut-ikutan sponsor tapi emang beneran aku milih cerita dari @Hamdanul.
    Sebenernya yang lain gokil, sih tapi kalu menyangkut aturan, kok... jadi menertawai diri sendiri ya >_<
    Hal yang nggak pantes kalo diketawain gituh, termasuk jika Sholat ada yang keliru dilakukan oleh Imam.
    cerita ke-9 yang berjudul 'Salah Tarik' bukan pengecualian namun bisa jadi introspeksi buat diri sendiri untuk berhati-hati dan tidak gegabah lagi @_@
    Sukses buat semua finalis dan
    Nyuwun Samudra ing Pangaksami ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya... jadi terkesan menertawai aturan, begitu?

      Delete
  22. Sebenarnya saya susah tertawa atau tersenyum membaca cerita komedi yang walaupun kata orang lucu banget. Tapi cerita no. 9 berhasil membuat saya tersenyum karena mengingatkan kejadian yang pernah saya alami, salah menarik tangan teman saya yang jalannya lambat ketika sedang jalan-jalan di sebuah mall ternyata yang saya genggam malah tangan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Sebenarnya saya susah tertawa atau tersenyum membaca cerita komedi yang walaupun kata orang lucu banget. Tapi cerita no. 9 berhasil membuat saya tersenyum karena mengingatkan kejadian yang pernah saya alami, salah menarik tangan teman saya yang jalannya lambat ketika sedang jalan-jalan di sebuah mall ternyata yang saya genggam malah tangan orang lain.

    ReplyDelete
  24. Cerita 7, boleh deh tipsnya #eh :D :p

    ReplyDelete
  25. Selamat buat para finalis

    www.alimuakhir.com

    ReplyDelete
  26. Selamat buat para finalis. Saya pilih no 4 dan 9, ceritanya natural tapi lucu meski tak sampai membuat terpingkal-pingkal. Nyengir geli sudah cukup lah buat saya sendiri. Soalnya sering terjadi.
    Di No.4 Teringat kalau sholat saya ga bisa konsentrasi karena anak-anak berkaki hitam dekil berlari ke sana kemari menginjak sajadah wangi tapi saya ga berani negur karena paham sholatnya batal, tapi tetap saja nilai ibadah berkurang karena menggerutu dalam hati
    No. 9 gak kebayang bagaimana nasib si "copet" bisa banget dikembangkan jadi kartun nih

    ReplyDelete
  27. Assalamu'alaikum.
    Suka cerita nomor 8. Sukses membuat saya mringis pamer gigi😁. Sang empunya sendal udah saking jengkelnya lantas muncullah ide kreatif. Tetapi tak disangka si maling jauh lebih kreatif pake acara balas surat plus request pula😃. sepertinya jika cerita terus dilanjutkan akan berujung jadi surat cinta nih hehe...
    gokil. keren👍
    Yang sabar ya, hitung-hitung sedekah buat tuh maling😄😄

    ReplyDelete
  28. Waaah... makin seru aja komen-komennya...
    Terimakasih yang teman-teman, sudah berkunjung kesini. Maaf, tak bisa balas satu per satu komennya, tetapi insya Allah semua dibaca ^_^

    ReplyDelete
  29. paling lucu menurut q cerita nomor 4 dan 10,,lucunya kenapa?ya lucu aja menurut q karena untuk membuat orang tertawa kadang ngga butuh alasan konkrit, bukan?
    he...:D
    mohon maaf lahir batin bunda afifah :)

    ReplyDelete
  30. Walaupun sudah lewat masa penjaringan komentar, saya 'gatel' untuk tidak berkomentar di postingan ini. Jadi, izinkan saya berkomentar ya mbak Afra? Gak dapet hadiah gak apa-apa kok, intinya cuma ingin komen ^_^

    Dari 10 cerita di atas, yang nomor 7-9 mampu membuat saya nyengir. Tapi kalau harus pilih salah 1, saya vote nomer 9. Soalnya gak kebayang 'nasib' si tokoh Aku-nya gimana, heheh... :D

    Terus yang nomer 10 juga lucu, tapi entah kenapa setelah membacanya saya jadi teringat akan cerita humor di sebuah surat kabar Jabotabek berinisial WK, beberapa waktu lalu. Maaf, gak bermaksud mengecilkan peluang menang kontestan nomer 10. Tapi itulah yang saya rasakan setelah membaca cerita Anda... *peace

    Sekian, terima kasih :)

    ERA

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!