Yuk, Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)!

Bagi yang sedang menjalani kehamilan, perhitungan Hari Perkiraan Lahir alias HPL itu penting, lho. Siapa yang setuju dengan pernyataan saya? Yup, bayangkan jika Anda tak tahu, kapan HPL Anda, lalu Anda merencanakan X, Y, Z bla-bla-bla rencana, tanpa mempertimbangkan bahwa pada saat itu, barangkali Anda sedang mendekati HPL. Maklum aja, banyak para ibu hamil yang memilih terus beraktivitas seperti biasa, seperti bekerja, melakukan perjalanan jauh, mengisi pelatihan dan sebagainya.

Memang sih, begitu Anda pergi ke dokter untuk ANCr (Antenatal Care) alias periksa kehamilan, biasanya dokter bisa menghitungkan HPL Anda. Tapi, kan asyik, tuh kalau bisa menghitung sendiri. Bagaimana caranya?

Hari Perkiraan Lahir (HPL) bisa ditentukan setelah Anda positif hamil.  Pakailah Rumus Neagele. Dalam rumus tersebut, tanggal hari pertama menstruasi terakhir ditambahkan dengan 7, lalu hitunglah mundur 3 bulan. Maka tanggal perkiraan Anda akan bersalin pun berhasil Anda peroleh. Masih bingung? Buat saja semacam persamaan matematika!

Begini rumusnya: 
HPL = (X + 7) - (Y-3) - (Z+1)

X = Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
Y = Bulan Haid Terakhir
Z = Tahun Haid Terakhir

Misalkan, suatu hari Anda dinyatakan positif hamil. Anda bisa melihat, bahwa HPHT terakhir Anda adalah tanggal 10 Mei 2007. Silakan tambahkan angka 7, sehingga menjadi tanggal 17, lalu dari bulan Mei dihitung mundur hingga 3 bulan, yaitu Februari. Jadi, HPL Anda adalah tanggal 17 Februari 2008. 

HPL = (10 + 7) - (5 (bulan Mei) -3) - (2007 +1) = 17 - 2 - 2008 alias 17 Februari 2008.

Mau latihan? Coba, jika HPHT Anda adalah 1 Januari 2015, berapa HPL Anda? Yang benar, dapat hadiah makan steak terenak di kota Anda. Duitnya minta suami, hehe.

Eh, tapi jangan salah. Rumus Neagele tersebut hanya berlaku jika Anda memiliki siklus haid 28 hari, dan haid rata-rata berlangsung 7 hari (seminggu). Mayoritas, kaum perempuan memiliki siklus semacam itu.
Karena penentuan HPL didasarkan pada tanggal menstruasi, maka mencatat tanggal-tanggal menstruasi pun menjadi kegiatan penting bagi seorang perempuan. Kelak, jika Anda memilih untuk ber-KB secara alami dengan menggunakan sistem pantang berkala, jadwal dan siklus menstruasi Anda menjadi syarat yang mutlak untuk Anda ketahui.

Memang, jarang sekali ada perempuan yang benar-benar bersalin sesuai dengan HPL. Menurut penelitian, hanya 4 dari 100 perempuan (4%) yang benar-benar ‘mentaati’ HPL-nya. Dari persalinan ketiga anak kami sendiri, semua melenceng dari HPL. Memang, normalnya kehamilan berusia 40 minggu, namun plus-minus 2 minggu merupakan sebuah kewajaran. Karena pada usia kehamilan 37 minggu, sebenarnya janin telah matang dan siap untuk lahir. 

Akan tetapi, HPL tetap penting Anda ketahui, karena akan memudahkan perencanaan-perencanaan yang akan Anda lakukan. Kapan Anda harus mulai membeli peralatan bayi, kapan Anda mengambil cuti dan sebagainya. Bahkan Anda pun bisa merencanakan apa nama yang pas buat si buah hati Anda. Ketika HPL Anda diperkirakan jatuh pada bulan Ramadhan misalnya, Anda bisa mempersiapkan nama Ramadhani, atau Romadhona. Seru kan?

Ayo dicoba!

Yeiy, Mbak Afra nih... nikah aja belum, sudah menghitung HPL? 


Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Yuk, Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)!"

  1. dulu saya melahirkan sehari sebelum HPL itu aja SC karena ada pra eklampsia..pas dinyatakan hamil ditanyain kapan terakhir mens gelagapan soalnya ga pernah perhatiin hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya jadwal menstruasi dll itu merupakan hal penting yang harus dicatat oleh setiap perempuan :-)

      Delete
  2. Moga istriku segera hamil lagi, dan bisa menghitung HPL lewat tips dari mbak afra. Good posting.

    Monggo simak pula catatanku di: http://trimanto-ngaderi.blogspot.co.id/2015/11/tips-agar-gigi-dan-mulut-tetap-sehat.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin... semoga segera dipercepat dapat momongan lagi

      Delete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!