Bekerjalah Kau Seperti Sedang Bermain-Main!


Saya sempat memicingkan mata saat seorang senior memberikan pesan itu kepada saya. Serius? Bekerja seperti bermain-main? Bukankah malah justru membuat segala sesuatu menjadi tak beraturan?

“Tunggu!” kata senior saya tersebut.  “Kamu pernah main game?”

Saya mengangguk.

“Bagaimana rasanya?”
“Asyik, senang. Hmm… suka lupa waktu, dan yang jelas tertantang untuk selalu naik level.”

“Nah, seperti itulah seharusnya kita dalam bekerja. Seperti sedang bermain-main. Bukan berarti tidak serius. Tetapi benar-benar menikmati, asyik dan meresapi betul setiap depa pekerjaan yang kamu lakukan. Nah, apa kunci dari itu semua? Passion. Passion dik, bekerjalah sesuai dengan passionmu.”

Ehm, ini sekian kalinya saya mendapat “ceramah” tentang passion. Sebelum ini, saya juga sering melihat quotes cakep dari Pak Ridwan Kamil di-share di mana-mana. “Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar!”

Saya pun hanya bisa manggut-manggut. Tetapi, sayangnya, menurut dosen saya, Dr. Amin Wahyudi, mayoritas pekerja Indonesia sesungguhnya bekerja tidak sesuai dengan apa yang menjadi kecenderungannya. Orang terbaik akan bekerja mengejar gengsi, sementara orang-orang golongan kelas dua seperti saya (xixixi), bekerja karena terpaksa. 

Iyalah… daripada nganggur! 

Ops, kagak… saya memang golongan kelas dua, tapi saya kerja bukan karena terpaksa. Saya bekerja by passion, lho… dan dengan passion yang saya miliki, saya sedang merangkak untuk bisa masuk sebagai golongan kelas satu hehehe. Lebih dari itu, tentu kelas satu di hadapan Sang Pencipta.

Yup, Sobat! Frasa semacam “I don’t  like Monday” yang selalu bertebaran saat hari Senin misalnya, menunjukkan bahwa mayoritas pekerja memang ogah berjibaku dengan pekerjaannya. Dan menurut beberapa penelitian, Senin memang hari dengan tingkat stress kerja tertinggi dibanding hari-hari lainnya.

Menurut Veithzal (2009: 838), ada tiga faktor sumber motivasi, yakni 1) Kemungkinan untuk berkembang;  2) Jenis Pekerjaan; 3) Apakah mereka dapat merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan di tempat mereka bekerja. Coba perhatikan, ketiga hal ini sangat terkait dengan hobi alias passion. Pekerja akan merasa senang bekerja di sebuah tempat jika dia merasa bahwa dia akan semakin ahli dalam bidang tertentu (yang tentunya terkait passion). Karena itu, jenis pekerjaan sangat berpengaruh terhadap tingkat motivasi seorang pekerja, dank arena itu, dia merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan tempat bekerja.

Jangan sepelekan motivasi kerja, ya… sebab menurut Buhler (2004: 191) ”Motivasi pada dasarnya adalah proses yang menentukan seberapa banyak usaha yang akan dicurahkan untuk melaksanakan pekerjaan”. Jadi, bekerja tanpa motivasi, ibarat bekerja tanpa energi.

PR besar bagi kita adalah, ayo bersetia dengan passion. Ikuti apa yang “dia” maui. Jangan pernah selingkuh dengan passion. Maka, kita akan merasakan betapa bekerja benar-benar seperti tengah bermain-main.

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Bekerjalah Kau Seperti Sedang Bermain-Main!"

  1. Mantap, selamat hari senin!

    ReplyDelete
  2. Selamat hari rabu kalau begitu :D
    Kakak juga bisa lho membuat buku karangan sendiri menjadi audiobook bersama Listeno, aplikasi buku suara bikinan anak negeri. Silakan distalking di mari http://j.mp/BikinBukuSuara atau cek aja situsnya listeno.com

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!