Nikahlah, Jika Miskin, Allah Akan Mampukanmu

Seorang teman pernah mengajak diskusi, temanya serius, intinya mengkhawatirkan para pemuda yang kian hari semakin kian takut menikah. Apalagi alasannya jika bukan soal penghasilan.

Katanya, melihat para muslimah yang tampak kinclong, tongkrongan keren, HP mentereng, dan biasanya juga bekerja dengan karir lumayan, para lelaki jadi surut keberaniannya.
“Lhah gaji gw aja cuma UMR, sementara kebutuhan hidup kian hari kian mahal, trus mau gw kasih makan apa anak istri gw?”

Sekilas, kekhawatiran para bujang itu masuk akal. Tetapi, kita hidup di dunia yang akal tak selalu menjadi panglima. Sebab keajaiban demi keajaiban seringkali membungkam logika dan membuat kita hanya bisa berdecak dalam balutan tasbih. Apalagi dengan yang namanya pernikahan. 

Perjodohan adalah sebuah mekanisme sangat alami yang telah diatur sedemikian rupa oleh-Nya. Tahukah kau, bahwa bunga-bunga yang tumbuh indah di taman pun memiliki jodoh. Benang sari dan putik melakukan penyerbukan dan terjadilah pembuahan. Lantas, bagaimana mungkin benang sari dan putik bisa bertemu, sedangkan mereka tak mampu bergerak? Jawabnya: Allah ciptakan angin, kupu-kupu, lebah, kumbang dan sebagainya untuk membantu proses perjodohan mereka.

Lantas, bagaimana dengan kasus di atas? Tentang ketakutan para bujang yang merasa tidak mampu membiayai anak istri? Untuk mereka, Allah pun memberikan keajaiban lewat janji-Nya dalam firman Allah yang artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (untuk kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).

Ayo, renungi firman Allah tersebut! Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan, apa sih sulitnya bagi Allah untuk melimpahi karunia pada seorang bujang yang menikah memang benar-benar dalam rangka menggenapkan agamanya, dalam upaya meraih ridho-Nya?

Coba lihat hadist di bawah ini!

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:  “Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah; seorang budak yang ingin menebus dirinya dengan menyicil kepada tuannya, orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian, dan pejuang di jalan Allah.” (HR Tirmidzi).

Bayangkan, seorang bujang yang menikah karena niat menjaga kesucian, disejajarkan dengan budak yang berusaha keras membebaskan dirinya meski dengan cara menyicil. Berapa sih, kemampuan finansial seorang budak? Tentu akan jadi pekerjaan yang teramat berat jika seorang budak bermaksud membebaskan diri dan menjadi sosok yang merdeka. Demikian juga, bujang yang menikah dengan keinginan terhindar dari kemaksiatan, disederajatkan dengan mujahid yang berjuang di jalan Allah, betapa mulianya. Ketiga golongan tersebut, adalah golongan yang akan mendapatkan pertolongan Allah.

Ya, menikah adalah penggenapan separuh agama. Orang yang menikah karena ingin menyempurnakan separuh agama, sama halnya dengan menolong agama Allah.
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS.Al Hajj : 40).
“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad:7).

Apakah dengan posting ini, saya sedang memotivasi para bujang untuk menikah meski dengan bondo nekad alias bonek? Oh, jangan salah persepsi! Objek motivasi saya adalah seorang bujang yang sebenarnya sudah memiliki kemampuan finansial, memiliki rasa tanggung jawab, tetapi tak segera menikah karena merasa kemampuannya belum cukup. Sementara, dia sudah cukup umur, di mana-mana godaan bergelora, dan di satu sisi, para muslimah lajang menanti-nanti lamarannya.
Motivasi ini tidak berlaku bagi bujang yang masih saja percaya diri nodong ortu. Tak mau berpeluh mencari uang sendiri, malas kerja, ogah banting tulang, tapi kemana-mana tebar pesona dan seolah-olah menjadi “mas tergagah” di dunia. Orang tipe gini, belajar dulu gih sana … belajar memenej diri, menemukan jati diri, dan gali potensi diri.

Sekarang, mari Anda berkaca, tipe apa sebenarnya Anda? Tipe pertama? Ayo, jangan segan menikah. Jika ternyata Anda melamar seorang gadis lalu ditolak gara-gara penghasilan Anda masih kecil, bersyukurlah, karena Anda telah dihindarkan dari sosok yang sulit qanaah, yang mungkin akan tak mudah diajak hidup susah. 

Ya, emang sih… tak ada suami yang ingin mengajak istri hidup susah. Ego lelaki sejati tak mungkin membiarkan sosok yang dicintai hidup menderita. Itu sudah pasti. Kecuali kalau bukan lelaki sejati, ya… alias separuh lelaki, hehe. Tetapi, untuk bisa menjadi sukses, kan berproses dulu, dong… mana ada lelaki muda yang baru merintis karir (jika di pekerja), merintis profesi atau bisnis, ternyata sudah jadi lelaki makmur sejahtera. Kalaupun ada, paling satu dua. Atau yang memang anak-turunan dari big boss yang kekayaannya bisa untuk tujuh turunan—dan repotnya jika yang mau nikah ini turunan ketujuh, karena anak-anaknya nanti bakal jadi keturunan kedelapan.

Meski beberapa waktu yang lalu ada status-status berseliweran, tentang muslimah yang ogah diajak hidup susah, percayalah… sebagian besar muslimah tertarbiyah pasti memiliki daya juang yang tinggi. Sesungguhnya, rumah tangga yang berproses, dari tak punya apa-apa, kemudian sedikit demi sedikit mulai membangun kesejahteraan—apalagi dengan usaha berdua alias tanpa campur tangan orang tua, itulah nikmat tiada tara.

Pertama saya diajak nikah, suami masih seorang mahasiswa. Kami ngontrak di rumah kecil masuk gang, dengan satu ruang depan, dua kamar kecil, dapur dan kamar mandi yang sangat sempit. Tak punya kulkas, mesin cuci juga kompor gas, apalagi membayar pembantu. Harta yang lumayan berharga hanya satu komputer milik saya, sebuah televisi 14 inchi yang gambarnya sudah tak sempurna, dan sebuah motor prima tua tahun 1989. Saat suami mengajak saya naik Tawangmangu, berkali-kali motor mogok di jalan….

Jadi, jangan takut menikah hanya karena tak siap hidup susah. Percayalah janji Allah! Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Ayo menikah!

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Nikahlah, Jika Miskin, Allah Akan Mampukanmu"

  1. Menikah akan memuliakan kita

    ReplyDelete
  2. hadist dan firman yg tlah diterakan diatas sangat benar sekali tetapi berbanding terbalik dengan fakta yg ada. kita sudah siap menikah tetapi apakh wanita yg kita cintai mau menikah dengan kita disaat keadaan kita dalam keadaan tak mampu dan meminta jujuran yg sangat besar. hanya disitulh kita berfikir bagaiman mengabulkan keinginan calon istri dan calon mertua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang masyarakat kita masih begitu... masih menuntut materi yang tinggi terhadap pasangan. Sebenarnya itu tidak Islami, sebab sebaik2 perempuan adalah yang paling mudah dalam urusan mahar (mas kawin).
      Semoga segala sesuatunya dimudahkan, ya Rahmat...

      Delete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!