Trump vs FDR, Rasis vs Legendaris?

Presiden Amerika Serikat baru telah dilantik, Donald Trump. Meski telah resmi menjadi presiden ke-45 negara adidaya tersebut, ternyata tak semua warga Amerika mau menerima kenyataan tersebut. Banyak rakyat Amerika yang masih belum rela memiliki presiden Donald Trump. Berbagai aksi penolakan, membuat legitimasi Trump di mata rakyat sangat lemah. Bisa dimaklumi, secara perolehan suara, sebenarnya Trump kalah oleh Hillary Clinton, namun secara electoral college, sistem yang dipakai Amerika Serikat dalam memilih presiden, memang Trump mengungguli pesaingnya tersebut.

Penolakan sebagian rakyat Amerika Serikat terhadap presidennya sungguh sangat kontras dengan bagaimana sikap rakyat Amerika Serikat terhadap Franklin Delano Roosevelt, yang merupakan presiden Amerika Serikat ke-32. Apa saja beda kontras antara Trump dengan FDR?

FDR Dicintai Seluruh Rakyat, Trump Ditolak Sebagian Rakyat

FDR adalah satu-satunya presiden Amerika Serikat yang terpilih empat kali, dan menjabat dari tahun 1933-1945. FDR dicintai rakyat karena berhasil mengangkat Amerika Serikat dari masa depresi yang hebat disebabkan karena malaise, krisis ekonomi dunia yang sangat parah, menuju kejayaan Amerika Serikat yang “penuh percaya diri”. FDR adalah presiden legendaris Amerika Serikat yang sangat dibanggakan warga Amerika Serikat hingga sekarang.

Saking legendarisnya FDR, bahkan para pengganti pun, seperti yang ditulis oleh William Leuchtenbeurg dalam buku “In The Shadow of FDR, From Harry Truman to Ronald Reagen”, selalu merasa terbebani baying-bayang FDR, yang dilukiskan Sir James George Frazer sebagai “Dewa Pulau Pelew”.

Akankah Trump juga merasa terbebani bayang-bayang kehebatan dan kenegarawaan sang FDR?

FDR Berkarakter Lembut, Peduli dan Penuh Perhitungan, Trump Keras, Kasar dan Grusa-Grusu

Jika kita melihat kampanye-kampanye Trump, tampak sekali gaya Trump yang senang mengecam lawan-lawan politiknya dengan bahasa yang kasar, vulgar, tanpa basa-basi. Ini berbeda dengan FDR yang sejak kecil dididik dengan penuh kasih sayang sehingga tertempa sebagai pribadi yang peduli sesama. FDR memimpin Amerika Serikat saat dunia sedang gonjang-ganjing menghadapi perang. Karakter cermat, penuh perhitungan dan kecerdasan emosi yang sangat tinggi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan FDR sebagai presiden.

FDR Menyatukan, Trump Rasis dan Memecah Belah

FDR, kata William Leuchtenbeurg, merupakan arsitek hebat dalam sistem politik Amerika Serikat. Truman, Eisenhower dan Johnson, tiga penerusnya, adalah kader-kader yang dia bina dengan sepenuh hati. Dia juga rajin menciptakan “koalisi FDR” yang mempersatukan semua unsur kekuatan di Amerika Serikat, bukan hanya dari kubu Demokrat, namun juga Republik.

Sementara, Trump terlihat sangat rasis, khususnya saat mengecam kalangan Islam dan kalangan kulit hitam. Dia juga mengkritik keras NATO, yang merupakan sekutu Amerika Serikat sejak puluhan tahun silam. Banyak yang memperkirakan, Amerika Serikat akan memasuki masa suram di era Trump.

Tetapi, bagaimanapun, Trump telah dilantik. Mari kita tunggu apa yang akan terjadi.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Trump vs FDR, Rasis vs Legendaris?"

  1. ya, Trimp ini kli sebagai pebisnis dan motivator sebetulnya oke lho...bgitu terjin ke politik kok tampak nian pandangan narsisnya

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!