Cantik, Kaya, Populer, Namun Miliki Kehidupan Tragis. Mengapa?

Agnieszka Kotlarska (foto: lempimissit.suntuubi.com)
Banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi lebih cantik, kaya, dan populer. Banyak di antara mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hal tersebut. Persepsi sebagian besar dari kita memang selalu menganggap bahwa orang-orang yang memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, dipandang lebih sukses dan berbahagia.

Kecantikan, biasanya merupakan idaman dan harapan bagi seorang pria, itulah alasan mengapa Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dalam rangka merebut Ken Dedes[1]. Karena memiliki wajah cantik, perempuan akan merasa dikagumi dan diburu oleh kaum pria, yang pada kultur patriarki, dianggap memiliki kekuasaan dan akses ekonomi lebih dibanding kaum perempuan. Demikian juga, kekayaan, popularitas, dan kekuasaan, merupakan hal yang diburu oleh mayoritas manusia. Akan tetapi, ternyata hal-hal tersebut tidak selalu menjamin kebahagiaan seseorang. Kisah-kisah berikut ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita semua.

Siapa sangka Agnieszka Kotlarska, model cantik jelita asal Polandia yang pernah menjadi Miss Polandia 1991 ini akhirnya tewas dibunuh oleh Jerzy, penggemarnya sendiri yang sangat ngefans kepadanya pada tahun 1996. Sang penggemar ini rupanya sangat memuja dan memiliki obsesi yang sangat besar terhadap perempuan cantik tersebut. Selain Agnieszka, ternyata sederet nama perempuan cantik juga mengalami akhir tragis karena pembunuhan, di antaranya Miss India Universe 1997, Nafisa Joseph yang menggantung diri di apartemennya[2]. Sederet nama perempuan tercantik sedunia juga dilaporkan mengalami peristiwa-peristiwa tragis yang kemungkinan besar disebabkan karena kecantikannya. Di laman debate.org, ada sebuah pertanyaan, Are beauty contests harmful to women? Mengejutkan, karena ternyata 77% responden menjawab “yes”, alias setuju dengan pernyataan tersebut[3].
 

Onassis dan Jacqueline Kennedy (foto: people.com)

Bicara soal kekayaan, siapa yang tak mendengar kisah keluarga Raja Kapal Onassis? Total kekayaan keluarga Onassis ini mencapai milyaran dolar, dan dia merupakan salah satu keluarga terkaya di dunia. Aristotle Onassis adalah pria asal Yunani yang berhasil membangun kerajaan bisnis di Amerika Serikat. Perusahaannya bergerak di bidang kapal pesiar dan pabrik-pabrik, total ada sekitar 300 perusahaan. Saking kayanya, bahkan Aristotle berhasil menggaet janda presiden Kennedy, yakni Jacqueline Kennedy. Namun, sebagaimana dikutip dari CNN, ternyata banyak dari keluarga Onassis meninggal secara tragis. Alexander Onassis, anak Aristotle meninggal karena kecelakaan pesawat terbang. Istri pertama Onassis meninggal karena bunuh diri, Christina, anak Onassis meninggal karena serangan jantung setelah hidup dalam kondisi sangat depresi. Aristotle sendiri, yang dikenal sebagai play boy kelas paus, menutup mata dalam kondisi sangat tertekan dan depresi. Banyak kalangan menyebutkan bahwa keluarga ini mengalami “kutukan”? Benarkah? Wallahu a’lam.

 
Kurt Cobain (sumber foto: DailyMail)

Sementara itu di puncak popularitasnya, vokalis Nirvana, Kurt Cobain ternyata memutuskan untuk bunuh diri. 5 April 1994 adalah tanggal di mana vokalis yang digandrungi para pecinta musik sedunia ini menghembuskan nafas terakhir. Seperti dilansir oleh DailyMail, Cobain bunuh diri dengan meninggalkan sebuah catatan berupa surat yang ditujukan kepada “sahabat khayalannya”. Di dalam surat tersebut, Cobain menceritakan perasaan terasingnya meski saat itu tengah berada di atas panggung yang penuh dengan gebyar.

Jadi, kecantikan, kekayaan dan popularitas sebenarnya bukan jaminan kebahagiaan seseorang. Banyak orang berwajah pas-pasan, sederhana, dan sama sekali tidak terkenal, ternyata justru memiliki kehidupan yang menakjubkan. Kunci dari kebahagiaan, menurut Shaver dan Fredman (1976), sejatinya hanya ada tiga, yaitu menerima apa adanya (acceptance), adanya pencapaian prestasi yang stabil (achievement), dan juga perasaan dicintai dan mencintai (affection). Anda setuju?

REFERENSI 

[1] Miranti, Putri. 2005. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Perempuan tentang Kecantikan dalam Iklan Pemutih Kulit Di Televisi. Jakarta: Jurnal Thesis, Vol.IV.2-Mei-Agustus. 2005

[2] prezi.com/ec-ik8paglub/beauty-pageants/

[3] debate.org/opinions/are-beauty-contests-harmful-to-women

Suka Artikel Ini?
Please baca juga:


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cantik, Kaya, Populer, Namun Miliki Kehidupan Tragis. Mengapa?"

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!