Dicari: Bandung Bondosowo Zaman Now yang Mau Membangun 1000 Masjid Semalam


Apa kira-kira persamaan dan perbedaan antara Bandung Bondowoso (seorang tokoh dalam cerita rakyat), para developer di berbagai kota dan panitia pembangunan masjid? Persamaannya adalah, mereka sama-sama membangun. 

Bandung Bondowoso ‘membangun’ 1000 candi dalam satu malam untuk memenuhi keinginan perempuan pujaan hatinya, yakni Rara Jonggrang. Para developer di membangun mall-mall, ruko-ruko, rumah, perkantoran dan sebagainya. Sedangkan panitia pembangunan masjid, ya jelas dong, membangun masjid.

Sekarang, mari kita bahas perbedaannya. Satu perbedaan yang paling menyolok adalah, kecepatan aksi mereka. Bayangkan, Bandung Bondowoso membangun 1000 candi dalam 1 malam. Dalam kisah tersebut, Bandung dengan semangat membara memenuhi syarat Rara Jonggrang yang hanya mau dinikahi jika didirikan 1000 candi dalam semalam. Sayang, justru Rara Jonggrang sendiri yang menggagalkan rencana itu. Baru 999 candi, fajar palsu bersemburat. Bandung marah besar dan akhirnya mengutuk Rara Jonggrang menjadi candi ke-1000.

Cerita itu, hanya cerita rakyat. Ketika saya mencoba iseng mengamati kompleks Candi Rara Jonggrang atau yang lebih dikenal sebagai Candi Prambanan, saya tidak berhasil mendapatkan angka 1000. Tetapi, kisah Bandung, secara satire bisa digunakan untuk mengibaratkan semangat para para developer dalam membangun gedung-gedung megah di berbagai perkotaan. 

Di kota Solo sendiri, dalam sepuluh tahun terakhir, berdiri puluhan gedung-gedung baru yang supermegah. Hotel, apartemen dan mal, mencakar langit kota. Membuat kota ini dengan cepat berkembang menjadi kota modern, tak kalah dengan kota-kota besar lainnya. Berapa biaya digelontorkan? Tentunya ratusan milyar, bahkan mungkin mencapai trilyunan.

Bayangkan, untuk membebaskan tanah di pusat perkotaan saja, untuk setiap meter persegi, harganya berjuta-juta, bahkan di beberapa titik mencapai belasan juta rupiah. Jika sebuah gedung membutuhkan 5000 meter persegi, dan harga tanah mencapai 10 juta rupiah, berarti butuh dana 50 milyar. Belum biaya pembangunannya.

Tetapi nyatanya, pembangunan berjalan sangat cepat. Sebulan, dua bulan, bangunan megah berdiri menjulang, mengubah wajah kota dengan superkilat.

Tetapi seberapa kecepatan membangun masjid? Hm... tampaknya jawaban pertanyaan itu kita sudah sama-sama tahu. Untuk menyelesaikan renovasi sebuah masjid, sangat jamak jika makan waktu bertahun-tahun. Di kampung asal saya, masjid yang menjadi tempat persinggahan para musafir—karena dari beberapa KM perjalanan, tampaknya hanya itu masjid yang berada di tepi jalan—merintih dari hari ke hari karena bangunan yang semakin memburuk kualitasnya. Renovasi dilakukan tertatih-tatih. Biaya yang tampak besar, ternyata menjadi tak seberapa dibandingkan dengan mall-mall yang bertebaran di perkotaan.

Memang, masjid itu sekarang sudah berdiri cukup megah untuk ukuran daerah saya. Tetapi, itu membutuhkan proses lebih dari 10 tahun! 

Apa yang menyebabkan Bandung Bondowoso begitu bersemangat menyelesaikan proyek impossiblenya? Karena ia tergila-gila kepada seorang gadis jelita. Ia begitu berhasrat untuk bisa mempersunting Rara Jonggrang, sehingga akhirnya mengerahkan segenap kemampuannya untuk menyelesaikan persyaratan yang diminta oleh Rara Jonggrang, membangun 1000 candi dalam satu malam. 

Apa yang menyebabkan pembangunan mall-mall melesat laksana mobil balap? Karena keuntungan yang akan ditangguk oleh para pemodal besar itu sungguh menggiurkan. Ketimbang berdesak-desakan di pasar tradisional yang becek dan bau sayuran yang sudah busuk, belanja di mall menjadi sebuah tren. “Sejuk sih, kan ber-AC. Sudah begitu, bisa ngeceng lagi!” 

Demikian juga hotel. Saya sering bertanya kepada sopir-sopir taksi, “Di sini hotel banyak sekali, apa ada pengunjung?”

Menakjubkan jawaban sang sopir, “Selalu ramai, mbak, apalagi jika ada event.”

Apakah membangun masjid tidak menjanjikan keuntungan? Anggapan yang salah besar. Keuntungan yang paling menggiurkan adalah surga. Allah menjanjikan surga bagi siapa saja yang berinfak di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya. 

Tetapi tampaknya, surga tak lagi menarik untuk diraih. Kalah dengan iming-iming fulus ataupun persuntingan dara jelita. Kalau sudah begitu, kita mau bilang apa?

Saya hanya berdoa, akan hadir sosok kaya raya dengan semangat membara, yang mewarisi gairah Bandung Bondowoso: “membangun 1000 masjid” dalam semalam. Atau minimal semangat para developer tersebut, yang bersedia “berniaga” dengan Allah dengan kucuran dananya. 

Tentu tak harus masjid: bisa pesantren, sekolah, atau… sekretariat Forum Lingkar Pena juga boleh, hehe, ngarep!

1 Response to "Dicari: Bandung Bondosowo Zaman Now yang Mau Membangun 1000 Masjid Semalam"

  1. Harus dibuat gerakannya kayaknya neh ... biar makin masif

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner