5 PM, Bukan Sekadar Kisah 5 Pemuda Ganteng, Ada yang Lebih Dahsyat!

Episode#1

Suatu malam, usai Musyawarah Kerja Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena (BPP FLP) ditutup sementara untuk beristirahat, Irfan Azizi, koordinator divisi Jaringan dan Wilayah BPP FLP memanggil saya. "Mbak, ada teman yang ingin berdiskusi."

Saya merasa surprais, sebab sosok yang datang malam itu di Graha Wisata Ragunan bukanlah orang biasa. Dia adalah Izhar, produser Beda Sinema Picture.

"Saya mau diskusi soal film Lima Penjuru Masjid, Mbak," ujar Izhar. 

Wow, tema berat nih, pikir saya. Akhirnya, ditemani Sekjen FLP, Ganjar Widhiyoga, P.Hd serta Bendahara Umum Wiwiek Sulistyowati, tak ketinggalana Kordiv Bisnis, Hikaru, kami mulai berbincang-bincang.

Ceritanya, Beda Sinema Picture, yang sebelumnya memproduksi film Tausiah Cinta, mengajak FLP untuk mendukung film kedua mereka yang ditujukan untuk bioskop. Judulnya Lima Penjuru Masjid, alias 5PM.

Sebagai organisasi yang memang memiliki cita-cita besar di dunia literasi, dan juga memiliki keinginan untuk banyak terlibat di dunia perfilman, tentu FLP menyambut baik tawaran Izhar dkk. Intinya, FLP siap bekerja sama mendukung suksesnya film ini. Teman-teman FLP memang menyambut dengan antusias, sebab film baik perlu didukung, terlebih Beda Sinema Picture pun memiliki visi dan misi yang sejalan dengan FLP.


* * *
Episode #2

Zikri Daulay, sebagai Abian
Nyatanya, setelah saya mencoba mempelajari isi film 5PM ini saya langsung suka dengan tema yang diangkat. Suatu hal yang sangat substansial: mencintai masjid.

Dari 5 penjuru, 5 pemuda tampan itu datang, membawa resah, gundah,  dan kepedihan. Ada yang kesulitan dalam bisnis, musisi yang sepi order, juga akademisi yang cemas menanti turunnya bea siswa. Dari 5 penjuru, hati mereka bersatu dan tertambat dalam masjid yang mereka cintai sepenuh hati.

Sungguh, saya merasa terharu. Di tengah pentas hedonisme yang ditawarkan dengan begitu banal kepada generasi muda, Beda Sinema berani menawarkan sebuah tema yang sangat tidak biasa.

Film  5PM (5 Penjuru Masjid) persembahan Bedasinema Pictures dengan sutradara Humar Hadi ini rupanya mengangkat misi khusus, mengajak para pemuda untuk tertambat hatinya kepada masjid. Sebab dengan cara ini, bukan sekadar masalah duniawi yang terlepas. Di hari kiamat kelak, pemuda yang tertaut hatinya dengan masjid pun akan mendapat perlindungan eksklusif dari-Nya.

Jadi, 5PM bukan sekadar kisah para pemuda tampan, meski memang pemainnya sungguh punya tampang yang menawan. Ada Budi (Aditya Surya Pratama), Abian (Zikri Daulay), Usman (Zaky A Rivai), Lukman (Ahmad Syarief) dan Gani (Faisal Azhar).

Zaki A Rivai (sumber foto: zakizr.com)

Mereka adalah  akademisi pemburu beasiswa, musisi sepi orderan, karyawan yang cemas dengan cicilan bulanannya yang tidak kelar-kelar, pengusaha kecil yang sedang merintis bisnis laundry kiloan, serta sosok muda pemilik kontrakan. 

Kesibukan duniawi yang melelahkan, tak membuat mereka meninggalkan masjid. Justru saat mereka dalam kondisi titik tercemas, masjid menjadi sarana merencah gundah.

Di masjid hati mereka menyatu, termasuk saat menghadapi pihak-pihak yang melakukan teror terhadap masjid.

5 pemuda yang sungguh gagah itu bisa menjadi semacam 'prototype' pemuda masa kini. Giat berprestasi, masalah akhirat pun dikejar tanpa henti. 

Mari ajak remaja-remaja kita untuk kembali ke masjid. Menjadikan masjid sebagai tempat terindah di dunia, sebagaimana yang digambarkan dengan sukses di film ini.

Dukung #5PM dengan cara menontonnya. Terlebih sebagian keuntungan film ini juga akan disumbangkan untuk donasi Palestina serta donasi literasi via FLP. 

5PM mulai 17 Mei 2018 di bioskop terdekat Anda! Atau bila Anda sudah tidak sabar ingin menontonnya, bisa gabung nobar di tayang spesial bersama FLP mulai 8 April hingga 15 Mei 2018. Hubungi kontak FLP di daerah Anda!

* * *

Episode #3
Episode 1 dan 2 saya tulis sebelum Gala Premiere film 5PM yang berlangsung Jumat, 6 April 2018. Memang, karena berbagai halangan, saya belum bisa menghadiri GP film ini. Tetapi, tak terduga yang, teman-teman BPP FLP yang hadir, di antaranya Irfan Azizi, Yusi Rahmaniar, Yanuardi Syukur dan Wiwiek Sulistyowati memberikan respon yang mengejutkan.

"Keren pengambilan gambarnya," ujar Irfan. Menurutnya, kualitas gambar 5PM sungguh oke. Dengar-dengar sih, sang DOP film ini adalah Yudi Datau yang meraih penghargaan Pengarah Sinematografi Terbaik Piala Citra.

"Filmnya lumayan bagus," ujar Wiwiek, yang merasa puas karena merasa 5PM digarap dengan serius, namun tetap ngocol dan menghibur.

"Di luar ekspektasi, saya pikir pemainnya lebai-lebai, ternyata aktingnya natural," komentar Yusi.

Sementara, Yanuardi Syukur mengaku sangat terkesan dengan film ini. Bahkan kandidat doktor UI ini tak segan-segan memberi nilai nyaris sempurna. "9,5," katanya. "Sebab pesannya dahsyat. Mengubah benci jadi cinta, malas jadi rajin, ragu jadi yakin.



2 Responses to "5 PM, Bukan Sekadar Kisah 5 Pemuda Ganteng, Ada yang Lebih Dahsyat!"

  1. Mau nonton ah, insya allah film yang penuh inspiratif ya. Keren euy FLP mendukung Film baik :)

    ReplyDelete

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!

Iklan Atas Artikel

banner

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel