Uhui, Inilah 5 Jurus Menolak Cinta Tanpa Menimbulkan Sakit Hati


leterring-afra-cinta-ditolak

Lagi-lagi soal cinta! Jangan pernah bosan, ya, sebab permasalahan cinta memang selalu saja muncul dari masa ke masa. Perkara cinta, adalah perkara yang rumit. Tetapi justru karena kerumitannya itu, cinta menjadi bahan dalam berbagai perbincangan, tulisan, karya, diskusi, dan sebagainya.

Sebagai penulis, tentu saya merasa senang dengan kenyataan tersebut. Saya punya bahan untuk membuat tulisan, hehe.

Yup! Cinta memang rumit. Menurut seorang psikolog, Robert A. Baron dkk, dalam bukunya Psychology, Understanding Behaviour,  love is the most personal and most exciting emotions. Cinta itu sangat personal, sangat sulit dirumuskan.

Cinta bukan sesuatu yang eksak. Banyak hal yang muncul tanpa kita duga sebelumnya.

Salah satu perkara cinta yang rumit adalah ketika kita dicintai seseorang, sementara kita tidak memiliki perasaan yang sama, alias bertepuk sebelah tangan. Kian karut marut, tatkala kita dituntut untuk memberikan perhatian kepada orang yang mencintai kita tersebut. Apalagi, jika sang pecinta adalah seseorang yang posesif, obsesif dan juga pencemburu.

Kita tentu ingat, bahwa pembunuhan perempuan cantik Feby Lorita, wanita yang jasadnya ditemukan di bagasi mobil TPU Pondok Kelapa. Sebagaimana dimuat oleh Kompas.com (3/2/2014), ternyata motif pembunuhan tersebut adalah karena cinta yang tertolak. Karena sakit hati ditolak Feby, Edo menghabisi nyawa perempuan tersebut.

Meskipun perkara cinta tak berbalas adalah perkara yang kompleks, membiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, justru akan membuat hidup semakin tak menentu. Jadi, bermain logika dalam urusan cinta, bukanlah sesuatu yang dilarang. Termasuk di sini adalah logika dalam menghadapi sosok yang mengejar-ngejar kita, padahal kita tak memiliki perasaan yang satu frekuensi dengannya. Maka, jika suatu saat orang tersebut mengungkapkan perasaannya, jangan pernah ragu untuk menolaknya. 
Bagaimana cara menolak cinta tanpa menimbulkan sakit hati dalam diri orang yang kita tolak? 

Berikut ini beberapa jurus yang bisa kita terapkan. 

1. Sampaikan penolakan dengan asertif

Sebagaimana dikutip dari www.prezi.com (20/3/2011), ada tiga kecenderungan manusia dalam berinteraksi dengan orang lain, yaitu bersikap agresif, asertif, atau submisif

Agresif, ditandai dengan sikap apa adanya, terbuka, menyalahkan, merendahkan, melecehkan, dan cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri. Submisif sebaliknya, cenderung menutup-nutupi, tidak terbuka, tak ingin menyakiti, memilih mengorbankan dirinya, mengalah, dan menghindari konflik, meski untuk itu harus menderita. 

Sedangkan asertif adalah sikap terbuka, jujur, tegas dan jelas, namun dengan cara yang baik, namun disampaikan dengan cara yang baik, sehingga tak harus menyakitinya. Berani mengungkapkan isi hati dengan santun, dan tetap memikirkan perasaannya, inilah yang harus kita sampaikan kepada sosok yang menyatakan cinta, namun kita tak mencintainya.

2. Sampaikan alasan secara jelas, apa yang menyebabkan anda menolaknya 
Alasan yang logis termasuk bagian dari asertivitas. Sebab, kita benar-benar memiliki alasan yang masuk akal. Misalnya, anda ingin konsentrasi belajar, anda sudah punya calon pasangan hidup, anda tidak ingin berpacaran, anda tidak cocok dengan karakternya, dan sebagainya. Sampaikan tanpa bertele-tele dan tak perlu lebay.

3. Sopan, Bersikap rendah hati dan menjaga kehormatan diri. 
Jangan justru menghinanya, misal dengan mengatakan, "kamu tuh nggak level banget ya...", atau "ngaca dong siapa kamu!" Kesombongan semacam itu tak hanya membuatnya luka, tapi juga dendam. Dan sebagai orang beragama dengan tradisi timur yang luhur, tidak sepantasnya kita melakukan hal tersebut, bukan?

4. Jangan memberikan harapan palsu
Kadang, ada di antara kita ibaratnya melepas kepala, namun ekor tetap dipegang. Menolak, tapi menyisakan harapan. Misalnya, "saat ini aku nggak bisa, nggak tahu nanti." Seorang pecinta yang obsesif, akan terus mengejar Anda jika hanya lampu kuning, bukan lampu merah yang Anda nyalakan untuknya.

5. Tetaplah berhubungan baik dengannya, jangan menghindarinya
Tidak perlu melakukan unfriend, memblokir akun media sosialnya, dan sengaja memilih jalan lain saat bertemu dengannya. Bersikaplah seperti biasa, ramah dan menghormatinya.

Demikianlah beberapa cara menolak cinta yang bisa meminimalisir sakit hati. Disebut meminimalisir, sebab pada faktanya, namanya ditolak pasti sakit. Tetapi, dengan cara yang baik, sakit hati itu pasti akan segera mereda dan sirna.

Catatan:
Naskah ini pertama kali terbit di UC News pada 15/7/2017. Link artikel di UC News bisa dibaca DI SINI. Ketika saya coba searching di Google, ternyata sebagian tulisan saya ini dicopas di sebuah media. Karena itu, agar blog saya tak dianggap spam oleh Google, saya sedikit mengubah tulisan. Sebal juga sih, tapi bagaimana lagi. Jadi, jika Anda menemukan konten yang hampir sama, bukan saya yang plagiat, tetapi mereka. Buktinya adalah link dari UC News yang saya cantumkan ini yang terbit pada 15/7/2017.


0 Response to "Uhui, Inilah 5 Jurus Menolak Cinta Tanpa Menimbulkan Sakit Hati"

Post a Comment

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!

Google+ Followers

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

banner

Iklan Bawah Artikel