Yuk Berkenalan dengan Si Tita, Tiga Jebakan Paling Maut Dalam Hidup!

Foto: 123RF
Tita ini bukan nama orang ya, meski mungkin ada pembaca sekalian yang memiliki nama yang sama. Oleh karena itu, sebelumnya saya memohon maaf jika ada kesamaan, sama sekali tidak saya sengaja. TITA adalah akronim dari Tiga-TA, yaitu HARTA, TAKHTA dan CINTA.

Mengapa saya menulis perkara si Tita ini. Sebabnya, suatu hari suami saya bercerita tentang salah seorang kenalannya yang terbelit masalah cinta. Tak usah saya kisahkan secara detil, ya. Intinya, saya ternganga, karena tak menyangka orang yang jadi objek cerita saya itu ternyata bisa terbelit dan terjebak dalam urusan cinta yang begitu rumit.

Padahal, hidupnya lurus-lurus saja. Sepertinya, dia baik-baik saja. Tak dinyana, rumah tangganya dalam prahara. Bahtera pernikahannya hampir karam. Diskusi kami menjadi panjang, dan kesimpulannya:

"Ya, begitulah jebakan hidup, sepertinya sangat klise, semua orang tahu tentang harta, takhta, wanita, tetapi jarang yang bisa antisipasi."

Jebakan maut dalam hidup setidaknya ada tiga:

HARTA
TAKHTA
CINTA

Saya ganti wanita jadi cinta, karena wanita terlalu mainstream, lagi pula, kok kesannya wanita jadi objek semata. Padahal, wanita kan juga sama dengan pria, sama-sama bisa terjebak dalam 3 lubang itu.

Tiga TA, alias si Tita. Klise sekali, ya? Sejak zaman baheula kita sudah dipertontonkan dengan 3 masalah ini. Tetapi, kita tetap saja merasa kaget jika melihat ada orang-orang yang kita kenal terjebak di dalamnya.

Lepas dari itu, sebenarnya yang paling penting adalah penjagaan kita terhadap diri sendiri dan orang-orang terdekat kita. Bukankan Al-Quran menyebutkan bahwa kita wajib menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia? Cek surat At-Tahrim ayat 6 ya. Mohon koreksi jika saya salah, maklum, saya kan bukan ustadzah. Kalaupun sering dipanggil Ustadzah, saya hanya ustadzah kiri alias ustadzah jadi-jadian lulusan FMIPA dan Manajemen, hehe.

Membentengi diri dari si Tita ini sangat penting, sebab jebakan ini bisa dialami siapa saja, termasuk diri kita sendiri. Sebelum memasang benteng kuat, ada baiknya kita juga merenung dan mencoba memahami, dari Tiga-Ta tadi, mana sih, yang paling lemah pada diri kita?


Saya tidak percaya, ada manusia yang bisa lemah dalam ketiga hal tersebut. Kalau ada, wah, dahsyat sekali cobaan hidupnya. Saya yakin, mayoritas orang memiliki kelemahan yang cenderung berbeda antara satu dengan yang lain. 

Ada di antara kita yang sangat lemah terhadap godaan harta. Mata kita hijau saat melihat tumpukan uang. Kita sangat bernafsu mengejar yang satu ini. Kita begitu bakhil, pelit dan senang menumpuk-numpuk harta. Semakin rekening kita menggemuk, semakin sayang rasanya melepas barang sedikit untuk bersedekah. 

Jika lemahnya dalam hal ini, ayo pasang alarm lebih kencang untuk godaan yang satu ini. Tentu kita masih ingat kisah Qarun di zaman Nabi Musa, yang memiliki kekayaan sangat luar biasa, memiliki emas dan perang bergudang-gudang, dan ribuan hewan ternak. Namun, karena begitu bakhilnya Qarun dan juga kedurhakaan yang luar biasa kepada Nabi Musa, akhirnya Qarun ditelan bumi dan terkubur bersama harta-hartanya. Saking populernya kisah Qarun, sampai-sampai ada istilah harta karun (berasal dari nama Qarun), jika ada seseorang menemukan harta yang tak diketahui siapa tuannya.

Ada di antara kita yang sering lemah dalam masalah takhta. Apa sih takhta itu? Dalam KBBI, takhta berarti singgasana raja, atau bisa dimaknai sebagai kekuasaan. Orang yang lemah dalam masalah takhta, akan sulit memegang prinsip-prinsip kebenaran jika sudah diiming-imingi kekuasaan. Dia akan sangat ambisius dalam mengejar kekuasaan, terjebak dalam prestise, tega mengkhianati teman, menggunting dalam lipatan, fitnah sana- fitnah sini, dan segala cara-cara bahkan yang haram dan busuk untuk mendapatkan kekuasaan.

Kita punya kecenderungan dalam hal ini? Jika merasa iya, ayo bangun benteng lebih kuat untuk sisi ini. Jangan merasa bangga dan ujub dengan kekuatan kita dalam menggalang massa. Lalu larut dengan puja-puji fans, memperbesar popularitas dengan propaganda, pencitraan dan aneka kebohongan.

Bagaimana dengan soal cinta? Sama berbahayanya. Banyak di antara kita sangat perkasa saat di medan perang, namun begitu lemah berhadapan dengan masalah cinta. Ada orang yang begitu kuat membangun bisnisnya, memiliki kekuasaan yang besar, tetapi hancur hanya gara-gara cinta. Banyak sosok yang tadinya memiliki reputasi cemerlang, tetapi mendadak hina dina hanya gara-gara tidak bisa mengendalikan diri dalam masalah syahwat dan cinta.

Jika kita lemah dalam cinta, gampang tergoda, gampang terjerat asmara, jangan cukup satu pintu, tapi pasanglah berlapis-lapis pintu untuk menghadang serbuan bahaya ini.

Yah, tidak mudah sih, memang. Kalau cuma bicara dan komentar, memang mudah. Tetapi belum tentu kita kuat jika diuji dengan satu, dua atau tiga hal itu sekaligus. Semoga kita terhindar dari jebakan-jebakan maut. Mari terus berdoa, dan saling mengingatkan satu sama lain, ya.

Belum ada Komentar untuk "Yuk Berkenalan dengan Si Tita, Tiga Jebakan Paling Maut Dalam Hidup!"

Posting Komentar

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

banner

Iklan Bawah Artikel